Home  /  Kanuragan  / Aura Tubuh Manusia

Aura Tubuh Manusia


Aura Tubuh Manusia

Aura merupakan suatu aliran listrik yang hidup secara psikis. Aura tubuh yang ada pada manusia atau yang lainnya itu merupakan suatu rembesan listrik dari jiwa, yang diambil dari tubuh dan pikiran, sebab aura adalah hawa di sekitar tubuh manusia, hewan, atau benda-benda. Aura merupakan bentuk sinar yang mengelilingi tubuh manusia, hewan, bahkan dari benda-benda mati. Aura merupakan medan magnet elektromagnetik yang mengelilingi seluruh tubuh mahluk hidup.Aura menyelubungi tubuh manusia seperti halnya atmosfer menyelubungi bumi. Aura yang terpancar dari tubuh kita dan orang-orang di sekitar kita, bisa saling mempengaruhi. Itu sebabnya pada saat kita sedih, rasa sedih kita bisa berkurang saat kita berada di tengah-tengah orang-orang yang bergembira. Dan itu pula sebabnya kita bisa merasa semangat kita menurun saat berada di dekat orang-orang yang pesimis dan selalu berpikiran negatif.

Aura manusia pada umumnya tidak tetap, berubah-ubah menurut keadaan batin maupun pengaruh dari luar. Apapun yang kita lakukan, kita ucapkan atau kita pikirkan mempengaruhi medan energi kita. Warna yang kita pancarkan dipengaruhi oleh keadaan sekeliling fisik kita maupun oleh orang-orang yang berhubungan dengan kita serta medan energi yang mereka pancarkan. Apa yang kita makan dan kita minum dan setiap obat yang kita telan menyumbang pada gambaran keseluruhan kita. Bahkan pola-pola pernapasan kita mengubah aura itu.

Frekuesi warna aura ini memang berada di luar ambang batas penghilatan manusia normal pada umumnya. Sehingga tidak setiap orang bisa melihatnya secara langsung. Aura bisa dilihat dengan bantuan Kamera Kirlian

Kecepatan getaran menentukan warna apa yang kita lihat. Warna Merah yang berada pada dasar spectrum warna adalah gelombang yang panjang dan lambat. Oranye, kuning dan hijau adalah gelombang-gelombang yang makin lama makin pendek dan makin cepat dan mudah dilihat. Biru dan ungu adalah gelombang paling cepat dan paling sulit dilihat biasanya muncul di aura bagian luar ( astral) yang berbeda dengan aura bagian dalam yang lebih cerah ( eteris ) yang terlebih dahulu kita lihat. Sejumlah orang memilki warna ungu di aura dalam mereka, yang memperlihatkan tahap kerohanian yang hebat. Bila terlihat pada aura luar, warna tersebut memperlihatkan kemampuan rohaniah yang besar. Demikian juga warna emas adalah warna yang telah berkembang jauh dan memperlihatkan kekuatan yang besar. Warna itu dapat muncul sebagai bola energi diatas kepala atau di atas salah satu bahu.

Arti Warna Aura (Secara Umum)

  • Ungu : Tingkat pencapaian kerohanian, hubungan Ilahi, pengertian mistik, kesadaran kosmis “Cahaya Ungu, “ Terletak pada kelenjar pituitary.
  • Nila : Gagasan penuh ilham atau kebijaksanaan mendalam. Dapat memperlihatkan ciri kerohanian dan kebaktian. Bersifat seni dan selaras dengan alam. Penguasaan diri. Terletak di kelenjar pineal.
  • Biru : Kekuatan-kekuatan mental yang kuat, kecerdasan, pemikiran nalar. Biru cerah memperlihatkan kemampuan-kemampuan naluriah. Warna-warna yang gelap memperlihatkan sikap analitis yang berlebihan, curiga atau mental berpandangan jauh. Terpusat diotak.
  • Hijau : Keseimbangan, harmoni, penyembuhan, daya menenangkan. Hijau cerah memperlihatkan sifat mudah menyesuaikan diri, banyak kecakapannya. Warna-warna yang gelap penuh tipuan, iri hati. Terletak di wilayah tiroid dan wilayah leher.
  • Kuning : Kasih dan kebaikan hati, belas kasihan, optimisme, “nafas kehidupan”. Warna kuning gelap membuktikan kecurigaan, tamak, terpusat di jaringan saraf simpatik di belakang lambung dan wilayah jantung.
  • Oranye : Energi dan kesehatan, vitalitas fisik, kekuatan dinamis. Rasa bangga dapat timbul dari warna oranye berlebihan dalam aura. Oranye gelap atau keruh memperlihatkan kecerdasan yang rendah. Termasuk di lambung dan di wilayah limpa.
  • Merah : Kehidupan jasmaniah, vitalitas, ambisi. Merah keruh atau gelap memperlihatkan kecenderungan-kecenderungan ganas atau penuh nafsu; “merah karena marah” berpusat di daerah kemaluan.
    Merah tua : Hawa nafsu, nafsu –nafsu yang rendah, materialisme.
  • Merah muda : Kasih tanpa pamrih, kelembutan hati, sopan santun
  • Coklat : Pelit, mementingkan diri sendiri.
  • Emas : Diri yang luhur, ciri-ciri yang baik, keselarasan.
  • Perak : Sangat berguna, energi tinggi, perubahan terus menerus.
  • Abu-abu : Kemurungan, energi rendah, rasa takut.
  • Hitam : Jahat, culas, maksud buruk.

Comments

comments

Related Post


Jurus Arnis dan Jurus Toya Hikmatul Iman
Jurus Arnis dan Jurus Toya Hikmatul Iman

Ada beberapa jenis senjata yang dipelajari dalam Ilmu Silat di…

Perkumpulan Kumara
Perkumpulan Kumara

Perkumpulan Kumara adalah suatu perkumpulan yang bergerak dibidang olah pernafasan…

Siapa Sih Kang Dicky Zainal Arifin Itu?
Siapa Sih Kang Dicky Zainal Arifin Itu?

Dicky Zainal Arifin atau lebih dikenal dengan Kang Dicky ini…

Sejarah Berdirinya Perguruan Bela Diri “Tenaga Dalam” di Indonesia
Sejarah Berdirinya Perguruan Bela Diri “Tenaga Dalam” di Indonesia

Sekitar tahun 1990, saat di bangku SMA, saat itu sedang…





Add Comment


Your email address will not be published. Required fields are marked *