You cannot copy content of this page
ASIAN BRAIN Bubar?

ASIAN BRAIN Bubar?

Saya mengenal Asian Brain pada tahun 2008 silam. Saat itu saya mulai cari-cari informasi tentang internet marketing.  Beberapa teman yang menjalankan bisnis online merekomendasikan Asian Brain sebagai tempat pembelajaran bisnis online terbaik dan terlengkap. Saat itu Asian Brain adalah rekomendasi terbaik dari teman-teman yang sudah mencoba bisnin online. Alasan lain menurut teman-teman saat itu, Ahira adalah salah satu top marketer dunia. She’s a Legend!

Di samping itu, saat itu saya belum banyak menemukan produk pembelajaran digital bermutu seperti sekarang. Yang  lebih banyak beredar saat itu kebanyakan ya cuma website-website yang menjanjikan ilmu cara cepat kaya dari internet, seperti formulabisnis.com-nya Joko Susilo, dan isi-atm.com misalnya.  Sebetulnya FormulaBisnis itu bukan ngajarin cara cepat kaya sih, Intinya cuma mengajarkan salah satu cara menjual produk digital di internet. Resep jadi kaya secara online yang diajarkan Joko Susilo saat itu intinya cuma 2 : bikin produk informasi, lalu pasarkan dengan metoda SMUO (System Mesin Uang Otomatis) yang dia pakai. Saat itu dia bekerjasama dengan salah satu temannya, programmer yang bikin script SMUO itu. Beberapa tahun seteleha itu, saya baru tahu bahwa Plugin Website Affiliasi dari Cafebisnis pun cukup mumpuni untuk menjual produk digital hingga produk fisik.

Tapi, saya akui, saat itu Asian Brain memang paling keren, penjelasan materinya gampang dipahami oleh orang awam. Coba saja lihat salah satu materi pembelajarannya dalam Tayangan video di bawah.

Secara konsep dan mindset pun saya terbantu oleh materi-materi Asian Brain tersebut. Namun, untuk mempraktekkan ilmu-ilmu yang ada di sana, saya pribadi butuh perjuangan panjang dan  berat. Mungkin waktu itu, buat saya, ilmu-ilmunya “can kataekan” 😀

Saat itu saya belum tahu masalah selukbeluk cara membuat website. Otak-atik domain dan hosting terasa begitu menakutkan bagi saya. Mungkin karena saat itu saya gak punya teman diskusi yang nyambung. Mungkin karena koneksi internet saat itu masih terasa mahal. Juga karena terlalu banyaknya informasi yang bertebaran di internet sehingga saya mudah ter-distract. Banyak sekali faktor yang saat itu membuat saya merasa susah sekali memulai bisnis online. Saya baru berhasil membuat sebuah blog wordpress pertama, 7 bulan setelah mendaftar di Asian Brain.

Mungkin saat itu saya terlalu banyak terjebak dengan teori yang gak dipraktekkan. Okey, saya ceritakan pengalaman pribadi saya. Pelajaran pertama yang saya dapat dari Ahira adalah : Bisnis online harus diawali dengan riset, riset kata-kata kunci yang menjadi modal awal saat itu mulai membangun website. website apapun. Apakah itu cuma sebuah blog yang nantinya kita monetize dengan Adsense, ataupun web untuk mempromosikan produk-produk orang lain ataupun produk sendiri yang akan kita jual. Benar, saya setuju. Riset diawali dengan Google.

Di modul pembelajaran Ahira itu, masih urusan riset kata kunci, saya terpukau dengan demo Tools yang bernama Market Samurai yang dipraktekan oleh Ahira. Bukannya segera mulai membangun website berdasarkan kata kunci yang sudah saya riset secara sederhana, saya malah berpikir terlalu canggih dan perfect. Saya malah mulai berpikir, gimana ya caranya biar bisa dapat Software itu? Saya menyibukan diri dengan Googling, cari-cari siapa tahu ada Crack buat Market Samurai. Itu perbuatan konyol lho. Selain buang-buang waktu, karena waktu yang dibutuhkan buat Googling masalah itu memang lama, belum lagi banyak distract-nya 😀

Pada bagian demo cara membuat artikel, saya juga terpukau dengan Word Spinner. Padahal saya belum menulis satu artikel pun. Jadi sebetulnya manfaat software itu ya masih dalam level angan-angan. Software ini memang memukau. Tapi apa sih artinya kecanggihan sebuah software jika kita belum bisa optimal memakainya? Word Spinner baru bermanfaat jika saya sudah bisa membuat banyak artikel berbahasa Inggris yang dipakai sebagai content di website yang saya buat. Ini mah website belum bikin, artikel masih pada mentah. Kelakuan saya saat itu betul-betul konyol 😀

Saat itu memang belum banyak pilihan. Ahira mereferensikan membangun blog adsense pun, karena itu adalah salah satu bisnis di internet yang cocok untuk para pemula yang gak punya produk sendiri dan gak hobi jualan produk. Saat itu saya begitu awam dengan istilah Dropship. Bisnis online yang ada di pikiran saya gak lebih dari toko online yang saat itu jumlahnya masih jauh lebih sedikit dibanding tahun 2019 saat artikel ini ditulis. 

Padahal, sebetulnya banyak sekali bisnis online sederhana yang bisa dimulai tanpa peralatan riset yang canggih dan mahal-mahal tersebut.

Walaupun Ahira mencontohkan Google Adsense dan Affiliate Marketer sebagai bisnis tanpa modal yang bisa dimulai, belum tentu pas dengan kondisi saya pribadi saat itu. Saya baru menyadari masalah itu setelah melihat kesuksesan seorang teman yang berjualan busana muslim dan sparepart otomotif secara online  hanya bermodal toko online dan sosial media. Dan dia memulainya tanpa pernah tahu apa itu market samurai dll yang berharga mahal dan harus dibayar dengan dollar tersebut dengan kartu kredit atau Paypal. Waktu itu malah menyibukan  diri dengan mempelajari cara membuat Virtual Credit Card segala, untuk keperluan beli tools internet marketing yang harus dibayar dengan credit card.




Itulah sekilas curhat saya mengenai pengalaman pribadi yang konyol saat awal; belajar internet marketing.  Semoga kekonyolan saya saat itu gak terjadi pada teman-teman ya, he he… Tapi saya yakin tidak ya.

Saat ini memulai bisnis online sudah jauh lebih mudah dari jaman 2000-an awal hingga 2010-an. Saat ini sudah banyak Marketplace yang bagus seperti Tokopedia, Bukalapak, Shopee, Lazada, dll. Saat ini juga sudah banyak kemudahan dari berbagai sosial media. Belajar Instagram jauh lebih mudah ketimbang reset keyword dan nulis artikel berbahasa Inggris untuk Adsense. Group-group WhatsApp memungkinkan kita dapat pelanggan, supplier, dan relasi-relasi bisnis yang banyak.

Beberapa hari yang lalu, saya kok penasaran, wajah Asian Brain terkini sekarang seperti apa ya? Saat ini sudah banyak sekali media pembelajaran online bertebaran di dunia maya. Yang mengejutkan, ternyata website Asian Brain gak bisa diakses. Kalau dari Chrome sempat keluar domain expired sejak Januari 2018. Dari Edge muncul tulisan Server Hung Up. Terakhir malah muncul seperti ini :

Wuih? Domain Asian Brain kok malah dilelang di GoDaddy? Berarti Ahira memutuskan untuk pensiun gitu ya? Penasaran, saya telusuri informasinya di Facebook. Official Facebook FP Asian Brain ternyata sudah 3 tahun lebih gak pernah update lagi. Facebook Anne Ahira malah sudah 3  tahun lebih gak update status. Inilah postingan terakhir yang dia terbitkan :




Walaah… kenapa ini teh? Ada gosip yang mengatakan bahwa salah satu sebab Asian Brain jadi sepi karena saat ini , karena kalah bersaing dengan kompetitor. Ada juga yang mengatakan Ahira sengaja mengalah dan memberi kesempatan pada murid-muridnya agar tampil menggantikan peran dirinya sebagai guru internet marketing. Saat ini memang banyak murid-murid Ahira yang sudah dikenal banyak orang sebagai guru internet marketing. Kalau Ahira memutuskan untuk pensiun, wajar sih, beliau sudah sangat kaya dari berbagai internet marketing yang sudah ditekuninya bertahun-tahun 🙂

Asian Brain menawarkan paket lengkap. Modul pembelajarannya banyak. Butuh daftar ulang secara berkala untuk selalu tergabung di keanggotaan Asian Brain, karena memang tidak mungkin menguasai seluruh materi Internet Marketing yang diajarkan di Asian Brain dalam waktu setahun. Namun saat ini, banyak kursus online berkualitas bagus yang menawarkan pendekatan lain. Mereka tidak menawarkan kelengkapan, namun difokuskan sesuai kebutuhan. Jika kita ingin fokus di Instagram Marketing, ya ikut saja kursus Online khusus Instagram Marketing. Jika ingin fokus di Facebook Ads, ya fokus saja di modul kursus online Facebook Marketing. Begitu juga jika kita ingin jadi jagoan di bidang jual beli barang di Marketplace. 

Soal Word Spinner, saat ini malah baru saja launching perusahaan lokal yang menawarkan jasa spinner berbahasa Indonesia. Soal email marketing, sudah ada layanan perusahaan lokal yang bayarnya gak perlu pakai Paypal. Teknologi Informasi begitu cepat berlari. Masalahnya ada di diri kita, bersediakah kita untuk terus selalu belajar mengikuti perkembangan zaman yang sangat dinamis ini?

Update 24 Mei 2019

Asianbrain bangkit lagi? Hari ini ternyata saya baru “ngeuh” klo website AsianBrain.com sudah bisa diakses kembali. Di sana tertulis.

Website sedang dalam perbaikan dan pengembangan.

AB akan kembali dengan konten dan pembelajaran mengenai Bisnis Online, Digital dan Internet Marketing yang lebih menarik.

Berarti bentar lagi buka donk? Asyiik… menarik untuk ditunggu untuk orang-orang yang ingin meng-upgrade Internet Marketing Skill-nya untuk berburu Dollar dari Guru-nya langsung

Comments

comments