You cannot copy content of this page
Home Credit.. Oh, Home Credit

Home Credit.. Oh, Home Credit

Sekitar tiga tahun yang lalu saya pernah beli laptop menggunakan cicilan dari Home Credit. Prosesnya mudah dan cepat. Meskipun kalau dihitung-hitung sih bunganya lumayan gede. Tapi karena memang saat itu dananya gak cukup buat beli cash, saya terima alternatif ini. 

Di awal bulan berikutnya, saya dapat pengalaman gak nyaman dari mereka. Saya dapat telepon dari Home Credit dengan gaya Debt Collector nagih utang, padahal belum jatuh tempo. Saya berpikir positif saja, mungkin ini prosedur standar pada semua nasabah baru. Bulan-bulan berikutnya memang tidak ada lagi telepon tagihan. Apalagi saya bayarnya lancar dan selalu tepat waktu.

Dua tahun kemudian, saya kepepet beli HP karena HP saya rusak. Saya ambil lagi fasilitas kredit di Home Credit ini. Karena nama saya sudah terdaftar di database mereka dengan reputasi bagus, tentu saja sangat mudah buat mengajukan kredit baru. Saya lewati bulan demi bulan pelunasan cicilan tanpa masalah selama 12 bulan.Beres….

Ketidaknyamanan saya pada layanan Home Credit terjadi selama beberapa bulan terakhir ini pada saat saya sudah tidak punya beban cicilan apa-apa lagi pada pihak Home Credit. Jika pihak Home Credit masih sering menawarkan fasilitas kredit lagi, sebetulnya ya wajar-wajar saja. Tapi Apa yang ingin saya tulis di sini adalah betapa menyebalkannya cara-cara mereka memaksa eks pelanggan mereka untuk ambil cicilan lagi. Apa yang dilakukan Home Credit benar-benar “Spamming”. 

Ternyata setiap nasabah yang track recordnya bagus benar-benar mereka kejar. Mereka ingin saya ambil kredit lagi dari mereka. Okey lah kalau lagi butuh. Tapi kalau saya lagi gak butuh dan banyak prioritas lain? Bukan kewajiban saya khan untuk ambil kredit lagi dari mereka? Saya sampai trauma tiap kali dapat telepon dari nomor tak dikenal bermasalah 0811 sebanyak 11 digit.

Untuk telemarketing Home Credit dan BNI Life, silahkan aktivasi prabayar dan pasca bayar anda sebanyak mungkin.. Berani…

Posted by Ridwan Soleh Suriadi Nata on Saturday, March 24, 2018

Awalnya gampang sih, saya akali saja dengan menginstall aplikasi True Caller di Smartphone saya. Hasilnya cukup memuaskan. Dengan aplikasi ini, nama si pemanggil langsung muncul meskipun gak ada di daftar kontak saya. Yang muncul bukan cuma namanya, tapi juga data berapa orang yang sudah melaporkan dia sebagai Spammer. Lucu juga lho baca nama-nama yang diberikan mantan nasabah lain pada nomor si telemarketing tersebut. Ada yang ngasih nama “Awas Kredit Riba”, “Home Credit rese”, “Home Credit gak usah diangkat”, “Setan Kredit”, hingga kata-kata makian yang gak pantas saya tulis di sini. 

Dari situ saya khan langsung bisa memutuskan untuk langsung memblokir nomor tersebut.

Apa masalah selesai? Ternyata belum. Nomor telepon telemarketing Home Credit ternyata amat sangat banyak. Pernah dalam satu hari saya memblokir 5 nomor mereka. Mereka semua menggunakan Kartu Halo berawalan 0811. Kenapa saya bilang mereka kurang ajar? Karena benar-benar mengganggu. Mereka gak tahu waktu. HP saya sempat bunyi hari jum’at jam 12.10 saat saya masih Jum’atan di mesjid. Mungkin yang nelepon cewek sih, trus dia juga lupa klo hari Jum’at jam segitu cowok-cowok masih pada di mesjid.

Kenapa sih Home Credit harus menggunakan cara-cara follow-up yang brutal seperti itu? Bukankah saya tiap bulan sudah mendapatkan update informasi secara berkali via email?Bukankah Home Credit juga rajin mengirimkan SMS informasi dan penawaran? Apa itu gak cukup buat meningkatkan omzet kalian? Saran saya buat Home Credit, please atuh gak usah nyepam pake telepon. Lebih baik kalian gunakan layanan email marketing profesional yang gak mengganggu privacy konsumen.

Comments

comments