Memahami Makna Berhijab

Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
(QS. Al Ahzab:59)

Dan hendaklah mereka menutupkan kerudungnya hingga menutupi dadanya.
(QS. An Nuur:31)

Dua dalil di atas seringkali dipakai untuk menunjukkan betapa pentingnya hijab syar’i bagi para wanita. Setelah jilbab syar’i digunakan, apakah otomatis akan langsung terjaga? Tergantung orang yang memakainya juga. Tapi setidaknya pakaian yang menutup aurat tentu secara logika akan lebih menjaga pemakainya dari segala gangguan sexual harrashment dan sejenisnya.

Masalah pentingnya berhijab, juga tertulis dalam kitab sebelumnya :

Tetapi tiap-tiap perempuan yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang tidak bertudung, menghinanya, sebab ia sama dengan perempuan yang dicukur rambutnya. (1 Korintus 11:5)
Sebab jika perempuan tidak mau menudungi kepalanya, maka haruslah ia juga menggunting rambutnya. Tetapi jika bagi perempuan adalah penghinaan, bahwa rambutnya digunting atau dicukur, maka haruslah ia menudungi kepalanya. (1 Korintus 11:6)

Pertimbangkanlah sendiri : Patutkah perempuan berdoa kepada Allah dengan kepala yang tidak bertudung? (1 Korintus 11:13)

Saat ini, banyak kalangan intelektual yang berpendapat bahwa hakikat berhijab bagi perempuan adalah menutup seluruh perbuatan buruk yang berpotensi dilakukan perempuan, seperti bergunjing/ghibah, pamer baju-baju modis dan mahal, mengambil hak orang secara bathil, dll. Jadi intinya berhijab itu bukan ditutup berlebihan secara fisik, namun berpenampilan sopan sesuai kondisi lokal dan perilakunya positif.

Banyak yang baper dengan pendapat di atas, lalu berkata sinis, “Jadi, maksud ente, nggak berhijab juga gak apa-apa ya, asal perilakunya baik? Hati-hati, gan, itu secara langsung maupun tidak langsung adalah upaya menggiring umat agar jauh dari kewajiban berhijab”

Lho, kenapa harus sinis dengan pendapat di atas? Pengertian berhijab itu bajunya atau akhlaqnya? Cobalah kita bercermin pada diri sendiri saja. Jika hijab syar’i sudah digunakan, bahkan sudah pakai cadar juga, tapi perilakunya masih sering bergunjing, bergibah, pamer baju modis & mahal, mengambil hal orang secara bathil dll, apakah wanita tersebut sudah bisa dikatakan berhijab? Secara ritual IYA, tapi secara spiritual TIDAK.  Mana yang nanti akan dihisab oleh Rabb di yaumil akhir kelak? bajunya atau akhlaqnya?

Orang yang akhlaqnya baik sudah tentu akan menutup auratnya dengan baju yang pantas, sopan, dan elegan. Jadi pendapat di atas, sama sekali bukan mengatakan hijab syar’i tidak penting. Hijab syar’i adalah pengingat diri mengenai pentingnya seluruh perbuatan buruk yang berpotensi dilakukan perempuan.

 

Didaftarin ke HPAI, jalanin gak ya?

Adik saya mendaftarkan saya menjadi member di bisnis MLM barunya, namanya HPAI. Namanya didaftarkan gratis, saya sih gak keberatan. Saya lihat produk herbalnya lumayan, cukup menarik.

Adik saya bilang, “Aa khan terapis, suka nerapi orang pake tenaga dalam, ini khan bisa dikombinasikan dengan produk-produk herbal, nah, herbalnya ambil dari sini saja, he he.. ,” begitu katanya

Sebelum memutuskan mau dijalanin atau nggak, saya menemukan beberapa kendala. Masalah pertama, produk HPAI ini ternyata gak terlalu murah, meski tidak semahal produk-produk Tianshi yang impor dari China, atau Synergy Worldwide, Usana, Nutrilite, NuSkin yang impor dari  Amerika. Biasanya saya pribadi konsumsi herbal-herbal internal komunitas seperti Kapsul AB, Kubadar, Ragani, dkk. Kalaupun butuh produk herbal yang lain, saya lebih suka hunting di Google, Tokopedia, atau Bukalapak. Di sana harga-harganya banyak yang lebih murah dari herbal-herbal HPAI. Saya juga menemukan lapak online yang menjual produk-produk HPAI yang menjualnya dengan harga member. Artinya, tanpa jadi member pun ternyata saya bisa beli produk dengan harga member. Kalau begitu ngapain juga saya jadi member? Malesin bangeth dech liatnya. Saya nggak perlu kasih link nya ya… masuk aja sendiri ke tokopedia terus searching sendiri 🙂

Lalu masalah tempat belanjanya, saya belum tahu stokis terdekat yang bisa saya kunjungi untuk belanja produk. Kalau dilihat dari buku Panduan yang saya terima, Business Center Bandung baru ada 2, satu di Ciburial Dago, satu lagi di Daarut Tauhid Geger Kalong. Saya juga berhitung margin rabatnya yang saya lihat di katalog produknya. Tipis ya, sekitar 20%. Jadi hitungan bisnisnya harus masuk donk, berapa modal, berapa harga jual, berapa operasional untuk belanja dari Buahbatu ke Gegerkalong? Masuk akal nggak? Jangan sampai pengalaman dulu di jaman Jahiliyah saat baru mengenal Amway yang pada akhirnya jadi besar pasak daripada tiang terulang lagi 😀

Adik saya bilang, “Ada stokis dekat rumah, A, di daerah Gumuruh”. Tapi ternyata stokis tersebut sudah pindah ke Bekasi.

Kemudian saya dapat info ada stokis di daerah Kiaracondong, bisa dianter pake Gojek katanya. Pas jalan-jalan ke daerah Ciganitri saya juga nemu di sana. Tapi belum dicek aktif apa nggaknya. Produk dia lengkap apa nggak. Nah, di luar masalah stokis itu, khan ada pelapak tokopedia yang jual harga member? Bisa dihitung khan mana yang operasionalnya lebih tinggi? Transportasi ke stokis Bandung? Atau ongkos kirim dari stokis online di Bekasi yang obral harga member ke umum itu, he he..

Masalah kedua, meskipun benar saya suka nerapi, saat ini kegiatan terapi lebih banyak dilakukan ke anggota keluarga terdekat saja, terutama istri dan anak-anak. Saya bukan terapis profesional yang buka praktek pengobatan. Kalaupun terlibat kegiatan terapi, itupun sifatnya sosial saja, bukan tuntutan profesi.

Rupanya masalah klasik produk Direct Selling sesudah masuk Lapak Konvensional banyak sekali terjadi. Bukan cuma produk HPAI, jika Akant-Tetah butuh produk-produk herbal direct selling apapun, coba saja cari di bukalapak dan tokopedia. Banyak sekali produk-produk yang sudah dijual dengan harga di bawah harga membernya. Jika Akang-
Teteh sedang berkecimpung di bisnis yang bersangkutan, apa gak sakit hati tuch?Saya pribadi juga pernahy kok beberapa kali beli propolis dari Tokopedia. Member-member MSS tentu saja meradang dan teriak-teriak “itu produk propolis palsu, beli yang asli hanya dari member”. Tapi saya tahu persis itu produk asli. Ngerti juga seluk beluk permainan yang menyebabkan harganya begitu, he he..

Seharusnya perusahaan-perusahaan Direct Selling di Indonesia lebih serius membenahi masalah harga damping lapak-lapak online ini. Perusahaan direct selling asing begitu tegas menetapkan aturan ini. Saya jarang sekali, atau bahkan tidak pernah menemukan produk Usana & Nutrilite harga miring di lapak online.

Kembali ke masalah produk HPAI, saya tutup mata aja dech. Untuk menghargai niat baik adik saya yang udah bela-belain daftarin saya ke HPAI, saya tetap masukin ke lapak online dan Instagram saya, tapi nggak akan dipikirin mau jalan apa nggak. Nggak akan dipikirin juga produknya bisa laku atau nggak. Saya jalanin aja secara alami bersamaan dengan bisnis saya yang lain. Soal rejeki, biarlah Sang Maha Pencipta yang mengaturnya. Di luar itu, saya lebih tertarik jualan Hi-Octan, baju, asesoris, atau produk unik lainnya yang margin harganya lebih masuk akal buat saya. Lagipula, saya juga harus fokus beresin produk digital pendidikan saya yang belum kelar-kelar juga. Semoga semua niat baik bisa tercapai…

Harga Kamu Mahal, Gan

Seorang teman curhat di Facebook tentang salah satu pengalamannya berjualan online. Ceritanya kemarin dia bantuin temen jualin produknya, secara offline. Modalnya 12.000, dia jual 15.000. Saya pikir itu cukup wajar.

Ada seseorang yang udah pesen produk itu, saat mau ambil barangnya. Dia tanya “berapa?”

temanku menjawab. “15.000”

Matanya langsung keluar, memandang teman saya tajaaam sekali, lama sekali (13 detik adalah waktu yg lama untuk sebuah tatapan sinis), tapi akhirnya ia tetap mengeluarkan uang 15.000nya pada teman saya tersebut.

Hari sebelumnya dia memang pernah bilang kalau dulu dia pernah beli ini 7000an, tapi harus beli 1 lusin. Jadi sepertinya dia merasa kemahalan, tapi sudah terlanjur pesan. Sedikit komentar dari saya. Ada beberapa jenis produk yang harga partainya memang jauh lebih murah daripada harga retailnya. Contohnya adalah asesories gadget. Juga asesories-asesories yang banyak dititipkan di toko-toko, warung-warung, hingga apotik. Banyak orang yang nggak tahu bahwa harga asesoris seperti stiker, gantungan kunci, jepit rambut, sisir, korek kuping, dll punya harga modal yang jauh lebih murah dari harga partainya. Apalagi asesoris produk-produk yang diimport dari China.

Kembali ke cerita teman saya tadi. Sebetulnya setelah serah terima barang dan urang, urusan selesai khan? Tapi teman saya itu curhat, menurut dia, sudah lewat 2 hari, masih terngiang-nginang juga dikepala temanku tadi soal tatapan mata tanpa senyum itu si pembeli tersebut, yang seolah-olah dia pasang harga produk yang membuat si pembeli itu bangkrut.

Perih? Tentu saja, Jendral! Tapi jadi pedagang itu kan harus sabar.

***

Jika Akang-Teteh yang sehari-hari berkecimpung di dunia jualan online, mungkin hal seperti ini pernah dialamin juga ya. Salah satu hal yang sering saya rasakan bikin nggak PeDe but mulai jualan online itu adalah masalah range harga. Apalagi saat kita punya kemudahan untuk online via handphone maupun laptop, di mana kita dengan mudah mendapatkan informasi tentang harga-harga barang yang sama, dan begitu mudahnya kita banding-bandingkan mana yang lebih mahal mana yang lebih murah.

Terkadang kita merasa membeli barang di teman kok lebih mahal ya dibanding di tempat lain. Tapi percayalah, lebih mahal seribu ataupun sepuluh ribu, tidak akan bikin kita bangkrut kok. Jangan lah melotot sampe menusuk hatinya. Kalau nggak sreg sama harganya ya tinggal ditawar baik2, atau bilang bayarnya besok, atau kalau nggak ada uang ya tinggal bilang maaf, nggak jadi beli. Itu lebih wajar dan tidak menyakitkan. Lagian juga kita nggak tau modal dia berapa, kalo dia dapet grosir yg mahal, ya bakal jual mahal juga sama konsumennya. Kalau karena itu kita jadi harus bayar mahal, berarti saat itu rizki kita ya segitu. Bukan ketipu.

Sekarang udah nggak jaman lagi pribahasa “pembeli adalah raja” sekarang jamannya “pembeli adalah raja yang bijaksana, bijaksini, suka memberi, tak menyakiti”.

Beli di temen mungkin bisa lebih murah, mungkin juga lebih mahal dikit, tapi banyak keuntungannya. Apa?
Amanah
Bikin lebih akrab
Bikin temen seneng
Garansi bisa nanya kapan aja
Nabung kebaikan
Dst

Gitu kata cikumi. Ceuk sundana mah hade goreng ku basa.

Degradasi Hakikat Idul Adha

Saya mendapatkan broadcast di group WhatsApp, judulnya “BAHAYA MEME IDUL ADHA”

Artikel tersebut bercerita tentang “Degradasi Hakikat Iedul Adha.” dalam pandangan si pembuat isi broadcast. Isi broadcastnya begini  :

“Khusus untuk anda yang masih merasa muslim. Mungkin membaca postingan ini sampai selesai kemudian membagikannya, akan sangat bermanfaat. * Sebagaimana kita tahu, sekitar beberapa tahun terakhir, menjelang dan saat idul adha banyak sekali bertebaran meme-meme lucu tentang idul adha. Objeknya kalau tidak kambing ya sapi. Anda pasti pernah melihat meme semacam itu. Atau bahkan anda ikut membuat atau menyebarkan? *Meme-meme tersebut membuat kita tertawa, merasa terhibur, sehingga idul adha terasa sangat membahagiakan.

Dua tahun lalu, saya juga melakukannya. Ikut membuat meme kambing dan menyebarkannya di facebook dan dp blackberry. Dan teman-teman saya ikut tertawa. Saat itu saya merasa meme saya berhasil! *

Kemudian saya bertemu dengan kenyataan lain yang membuat saya merasa amat bersalah. Bersalah sebagai seorang manusia, sekaligus merasa amat berdosa sebagai seorang yang mengaku beragama islam.

Begini ceritanya…. * Saya mengikuti pengajian. Dan penceramahnya menjelaskan….

Idul adha adalah tentang Nabi Ibrahim. Seorang nabi yang selama bertahun-tahun tidak diberi keturunan. * Silahkan bertanya kepada pasangan suami istri yang tak kunjung punya momongan. Bagaimana rasanya, bagaimana sedihnya. Saya yakin, rasa sakitnya tak terperikan. * Lantas, saat akhirnya diberi keturunan, tiba-tiba Allah meminta sang anak untuk disembelih. * Bapak… ibu…, apa yang anda rasakan jika anda diminta menyembelih anak kesayangan anda? Apakah akan anda lakukan, atau anda akan menentangnya?

Jujur sajalah. Jangankan menyembelih anak. Jangankan menyerahkan anak kesayangan kepada Allah. Kita ini disuruh zakat saja berat. Disuruh sedekah saja kebanyakan alasan. Disuruh meninggalkan riba yang jelas-jelas diperangi allah saja bisa melawan.

Kita bahkan berani kok bilang kalau enggak KPR mana bisa punya rumah. Kalau enggak leasing mana bisa beli mobil. Seolah-olah bank memiliki kekuasan yang lebih besar dari Tuhan yang menciptakan dan memiliki seluruh alam semesta ini.  Dan Ibrahim, secinta apa pun dia kepada anaknya, tapi ketaatannya kepada Allah tak tergantikan. Maka saat Allah memintanya menyembelih Ismail, Ibrahim melakukannya.

Apakah peristiwa dan pengorbanan seorang ayah yang rela menyembelih anaknya karena ketaatannya kepada Allah adalah sebuah kisah komedi? Dimana letak kelucuan Ibrahim, sehingga perlu anda buatkan meme kocak?

Idul Adha, adalah tentang Siti Hajar. Seorang istri yang diajak berjalan jauh di hamparan pasir gersang yang panasnya enggak ketulungan. Setelah sampai di satu lembah mereka berhenti. Lalu suaminya berkata, kurang lebihnya begini : Aku tinggalkan engkau di sini wahai istriku. Apa pun yang terjadi janganlah engkau meninggalkan lembah ini. Kemudian suaminya pergi. Tidak meninggalkan apa-apa. Tidak meninggalkan uang, atm, kartu kredit, mobil utangan, apalagi rumah kpr.

Siti Hajar bertanya kepada suaminya. Engkau mau kemana? Pertanyaan itu dia ulang hingga tiga kali, tapi ia hanya mendapat sepi. Suaminya diam seribu bahasa.

Baru saat sang istri bertanya: apakah ini perintah dari Allah? Ibrahim menjawab : iya. Sesungguhnya Allah yang memerintahku. * Taukah engkau apa jawaban bunda hajar? * Baiklah, jika ini perintah dari Allah. Pergilah suamiku. Jangan risaukan kami. Allah pasti akan mencukupi kebutuhan kami. Allah tidak akan menelantarkan hambaNya. *

Sepeninggal Ibrahim banyak cobaan menimpa bunda hajar. Terutama saat Ismail menangis kehausan.  Hajar mencari-cari sumber mata air tapi tak ada. Ia berlari-lari mengelilingi lembah dengan napas yang tersengal. Tapi dia tidak menemukan mata air. Ia ingin pergi keluar lembah, akan tetapi ibrahim sudah berpesan: apa pun yang terjadi jangan pernah meninggalkan lembah ini. * Dalam keadaan lelah, namun tetap memegang ketaatan pada perintah suami dan keyakinan bahwa Allah akan memelihara mereka, bunda hajar kembali menemui Ismail yang ia tinggal di gurun.  Sampai di sana dia terkejut. Di depan ismail menyembur air dari balik pepasir. Air yang selalu memancar deras dan tak pernah kering bahkan setelah berabad-abad kemudian. Mata air inilah yang sampai sekarang kita sebut air zamzam.

Bapak ibu…. Alangkah mulianya ahlak siti hajar. Aklaknya sebagai istri, juga akhaknya sebagai hamba allah.  Hajar tidak protes begitu tahu suaminya melakukan sesuatu yang tampaknya keji itu karena ia diperintah Allah. Hajar justru meyakinkan suaminya, bahwa Allah pasti akan melindungi dia dan ismail. * Meski mereka mau mati karena kehausan, bunda hajar tidak meninggalkan lembah. Sebab dia patuh pada suaminya yang berpesan: apapun yang terjadi jangan meninggalkan lembah.

Bandingkan dengan istri-istri jaman sekarang. Atau coba tanya pada diri anda sendiri. Jika anda yang menjadi hajar, mungkinkah anda tetap di lembah melihat anak anda kehausan? * Mungkin anda akan keluar dari lembah untuk mencari pertolongan. Atau sekalian ajak ismail untuk pergi dari lembah. Ngapain di situ wong gersang. Bisa item kulit anda tauk 😞  Tapi bunda hajar taat pada suaminya dan taqwa pada Tuhannya. Makanya dia patuh dan percaya.

Kemudian Allah abadikan ketaatan hajar. Lari berkeliling 7 kali dalam syai bagi jamaah haji adalah monumen larinya siti hajar saat berlari-lari mencari air minum untuk ismail.

Apakah ada bagian yang membuat anda tertawa dari apa yang dilakukan siti hajar dalam kisah tersebut, sehingga kita merasa perlu membuatkan meme lucu?

Idul Adha adalah kisah tentang ismail. Seorang anak yang ditinggal pergi bapaknya di tengah gurun selama bertahun-tahun. * Dan saat bertemu kembali, saat sedang asyik-asyiknya melepas rindu, tiba-tiba sang bapak bertanya: apakah aku boleh menyembelihmu?

Bapak bapak…. Silahkan tanyakan itu pada anak-anak anda. Niscaya anda akan dianggap gila. Atau bisa jadi malah anda yang disembelih anak anda. * Tapi apa jawab Ismail?

Baiklah ayahanda. Kalau memang itu perintah dari Allah, maka lakukanlah. * Apakah jawaban ismail lucu? Tidak sama sekali!

Dan hari itu, sepasang suami istri beserta anaknya yang taat pada Allah sedang diuji. Patuhkah mereka kepada Tuhannya? Ternyata mereka patuh. Ibrahim taat, siti hajar pasrah, dan ismail rela. Ketiganya tidak melakukan pembelaan apa pun atas perintah dari Tuhannya.  Allah kemudian mengabadikan kisah heroik ini dalam idul adha.

Bapak ibu, idul adha adalah sebuah kisah yang sangat sakral. Tentang ibrahim yang rela menyembelih anaknya demi imannya pada Allah.  Tentang hajar yang taat pada perintah suami untuk tidak meningalkan lembah. 7 kali ia berlari mengelilingi lembah kemudian Allah jadikan salah satu rukun dalam ibadah haji. Tentang ismail yang rela disembelih ayahnya karena yakin bahwa perintah Allah pasti yang terbaik.

Sungguh tidak ada sedikitpun bagian dari kisah pengurbanan keluarga ibrahim ini yang bersifat lucu. Seluruhnya justru tentang air mata. Dan pastaskah kisah heroik semacam itu kita jadikan bahan tertawaan?

Jadi meme meme lucu tentang pengurbanan keluarga ibrahim itu kamu tujukan untuk siapa? Dan kamu niatkan untuk apa? Apa kamu kira meme meme lucu itu akan membuat ibrahim dan keluarganya terhibur?

Begitulah isi broadcast tersebut. Meme apa saja ya yang dipermasalahkan dalam broadcast di atas? Apakah yang ini?

This slideshow requires JavaScript.

Isi broadcast berisi keprihatinan dari seseorang yang merasa tidak seharusnyalah kita membuat dongeng-dongeng cocoklogi lucu dari peristiwa kurban. Saya pribadi tidak menyalahkan isinya. Pada prinsipnya saya setuju.

Namun, ada makna terdalam dari peristiwa kurban di hari Idul Adha yang lupa disampaikan oleh pembuat broadcast di atas. Apakah itu? Makna terdalam dari peristiwa kurban tersebut adalah, sudahkah kita membunuh segala nafsu hewan yang ada dalam diri kita? Selama ini, apakah kita sudah menjadikan Rabb sebagai ilah kita? Ataukah masih lebih banyak memperturutkan ego dan hawa nafsu sebagai pengendali hidup kita?

Pembahasan Masalah Poligami Akan Selalu Menuai Kontroversi

Di nagara kita, adakah contoh rumah tangga harmonis dari para pria yang melakukan praktek poligami? Kalau ada, berapa persen sih probabilitas keberhasilannya?

Aa Gym berpoligami dan menceraikan istrinya yang sudah melahirkan 7 anak, meski kemudian rujuk lagi. Tapi saya salaut dengan kebesaran hati beliau saat mengakui kesalahannya di muka umum pada saat memberikan tausiyah.

Ustadz Al Habsyi menyembunyikan poligaminya yang sudah berjalan 7 tahun dan kemudian bercerai dengan istrinya setelah poligaminya ketahuan.

Opick berpoligami dengan backing vokal sahabat istrinya sendiri, dan istrinyapun sakit hati, lalu minta cerai.

Ustadz Faisal, kakak Uje, berpoligami dan istrinya juga menuntut cerai.

Ustadz Arifin Ilham berpoligami dan sukses tanpa kontroversi dan perceraian.

Secara akal sehat, sangat wajar jika wanita manapun akan merasa sakit dan terzalimi kita suaminya berpoligami, apalagi jika dilakukan secara diam-diam. Jadi niat para pria untuk berpoligami gak kesampaian, nggak usah mengkambinghitamkan keberadaan “jin penghambat poligami” yang harus diryuqyah segala dech.

Saya sendiri termasuk orang yang tidak memandang poligami sebagai sebuah perintah agama, melainkan sebagai sebuah tradisi masyarakat jaman dulu, terutama di benua Asia. Tidak hanya di Arab, di Jawa, Cina dan India dulu, poligami juga hal yang biasa.

Masalahnya, saya jadi muak kalo orang bawa-bawa nama Tuhan dan agama demi kepentingan nafsunya baik nafsu harta, nafsu berkuasa maupun nafsu syahwat.

Mending dengan jujur saja bilang bahwa saya ini cuma manusia biasa yang masih punya nafsu dengan lawan jenis. Tidak usah ngoceh ini itu untuk membenarkan nafsunya apalagi bersikap sok suci.

Hukum cambuk, penggal, potong tangan, dirajam / dilempar batu sampai mati menurut saya juga bukan perintah Tuhan melainkan hukum masyarakat jaman dulu. Masyarakat kuno memang punya hukum yang cukup kejam dan sadis menurut pandangan manusia modern.

Tidak cuma di Arab, di Cina juga ada hukuman tubuh dipisah dengan ditarik 2-4 ekor kuda.

Di Eropa ada hukum bakar hidup-hidup.  Begitu juga dengan berbagai masyarakat kuno lainnya.

Kembali ke soal poligami, saya pribadi masih banyak mengkaji, benarkah riwayat-riwayat yang menceritakan bahwa Rasulullah berpoligami hingga punya 9 orang istri tersebut? Jika ayat Al Qur’an dalam Surat Annisa sendiri membatasi hingga 4 orang istri dengan syarat harus benar-benar berlaku adil, riwayat Nabi punya 9 istri secara poligami sangatlah tidak masuk akal. Rasulullah itu adalah Al Qur’an berjalan. Segala sikap, ucapan, dan perbuatannya tentu saja sangat menggambarkan ajaran-ajaran yang tertulis dalam Al Qur’an. Jika Rasul beristri 9, ini bisa disebut penistaan terhadap beliau donk, karena itu menunjukkan bahwa beliau sendiri adalah orang pertama yang melanggar ajaran Al Qur’an. Sangat mustahil bukan? 🙂

Kadang saya kepikiran, jangan-jangan sebetulnya beliau itu tidak pernah berpoligami? Jangan-jangan istri beliau hanya Khadijah seorang? Jangan-jangan Aisyah sendiri bukanlah istri beliau? Maaf ya jika pikiran liar saya dianggap mengacak-acak Sirah Nabawiyah yang sudah disepakati, terutama oleh para pendukung poligami. Ah, jangan-jangan saya juga mulai dianggap ingkar sunnah oleh mereka…  Jangan-jangan… tapi.. tapi ya sudahlah….