ECSmart – Bisnis Baru 2018 : Minimalis, Mudah, Fantastis

Saya dijapri teman lama saya, Pak Ahmad, yang dulu saya kenal sebagai leader di DBS dan Ganesha e-Commerce Solution sekitar 8 tahun yang lalu.

Dia menawarkan sebuah bisnis yang menurut dia modalnya kecil hasilnya besar :

  • Join 150rb,
  • bonus sponsor 50 rb,
  • bonus pasangan 50 rb, dengan flush-out 12 pasang/hari
  • bonus dibayar harian, berarti potensi penghasilan per HU-nya Rp. 600rb,-/hari

Jadi hanya dengan rekrut 3 member kita udah balik modal! Hah? Di sini saya bengong. Gila! Ini gak Mungkin! Begitu yang langsung kepikiran di otak saya. Saya pernah bekerja di Manajemen Perusahaan MLM,  saya paham banget, kalau hanya dari perputaran produk saja, bonusnya segitu jelas terlalu besar, terlalu gampang dijebol SNIPER, dalam waktu singkat perusahaan bisa bangkrut.

“Gak bakal jebol, Kang Ridwan,” jawab Pak Ahmad, “Tanya langsung aja sama Pak Andry somantri, pemilik perusahaan ini, dia sudah memperhitungkan segalanya segala kemungkinan ini,” lanjutnya sambil memforward beberapa bukti nyata :

“Lihat tuch, kang,” lanjutnya, “Kalau jebol, gak Mungkin Pak Sinu dan Pak Agus Widodo nyampe bonus reward Rp. 250 juta. “

Wuih, baru buka Agustus, dalam waktu seumur jagung buktinya udah sedahsyat ini?

Menurut Pak Andri, yang ternyata pakar internet marketing, salah satu alasan yang membuat ECSmart tidak mengalami overpay adalah subsidi Google yang didapat perusahaan dari AdsMob, dan banyak hal lain yang gak bisa dibuka semua rahasia dapurnya ke member. Ternyata ECSmart punya rahasia metoda canggih tersendiri yang belum diketahui perusahaan lain.

“Kalau perusahaan lain tahu, bisa-bisa niru kita,” kata Pak Andri. “Strateginya Mungkin ada persamaan dengan apa yang diterapkan oleh Gojek dan Grab di awal mereka beroperasi,” lanjut Pak Andri.

Tapi bagaimana dengan harga minuman Moringga di awal pendaftaran yang harga sebungkusnya 150rb? Setelah saya pelajari lebih lanjut, 150rb itu bukan harga produk Moringga, melainkan harga Paket Sistem Informasi ECSmart. Moringga Itu semacam souvenir sebagai penanda akad  pendaftaran saja.

Tujuan kita gabung di ECSmart memang bukan untuk jual beli produk Herbal Moringga. Tapi kita mau bisnis berbasis teknologi Informasi. Apa saja sih paket yang ditawarkan ECSmart ini?

Pertama, cirtual office Aplikasi Android ECSmart. tempat kita memantau perkembangan Jaringan Bisnis kita.

Kedua, Aplikasi Android “Ngagadoeh Domba”,  fasilitas kita ikut mengembangkan peternakan domba secara real, dipantau dari Smartphone kita. Nanti  detailnya saya bahas khusus dalam artikel tersendiri

Jadi biaya pendaftaran di sini gak lebih mahal daripada MLM Pulsa yang dulu pernah sayu ikuti, daftar 250rb cuma dapat pulsa 25rb. Juga gak lebih mahal dari bisnis lain yang harga lisensinya Rp.350rb. Di ECSmart ini juga ada fasilitas PPOB seperti di tempat lain yang lisensinya 350rb itu.

Ketiga, gebrakan lain yang sebentar lagi dilaunching adalah program aplikasi Messenger. Sejenis OTU-Chat? Bukan! ini lebih canggih dan bakal jauh lebih heboh. ECSmart Messenger, BanChat, Bandung Chatting, yang segera dilaunching.  punya fasilitas yahud! Chatting dibayar, voice call dibayar, video call dibayar. Busyet! Kok bisa ya? Kalau itu udah launching, bisa-bisa mulai anak SD juga banyak yang ngedonlot 😀

Oke dech, positif thinking aja. Ini peluang bagus. Saya ambil aja…. Selain bisa nambah-nambah penghasilan, bisa jadi sarana List Building juga sih, dan itu bisa membuat asset yang sangat berharga. Sebelumnya saya sudah melihat sendiri beberapa orang teman yang Meskipun dia sudah tidak di MLM lagi, tapi onlineshop yang dia buka laris karena dia dipercaya banyak orang yang dulu berhubungan dengan dia lewat MLM yang pernah dia kerjakan.

Cukup menarik, bukan? Buat Akang-Tetah yang mau ikutan juga, klik gambardi bawah ya…  🙂

 

Permainan Sniper dan Mafia di Bisnis MLM

Entah kapan Awalnya terjadi. Saya melihat ini sudah terjadi sejak  sekitar tahun 2008 lalu. Saat itu saya menemukan banyak sekali produk Propolis dan Melia Biyang dijual dengan harga murah, jauh di bawah harga resmi member Melia Sehat Sejahtera. Misalnya harga resmi propolis sekitar 600rb/paket, mereka jual 200rb!

Apakah ini hanya terjadi pada produk MLM binary? ternyata tidak. Di sana juga saya sering menemukan Liquid khlorophyl K-link dan Synergy Worldwide yang juga dijual dengan harga miring.  Untungnya mereka cuma kebobolan klorofil aja, gak sampe semua produknya bocor.

Saat ini, saya juga melihat produk-produk MLM lain yang diobral besar-besaran di Marketplace. Ada Milagros dijual Rp. 21.000,- dari harga normal Rp. 35.000,- Ada Mizuco dijual Rp. 90rb dari harga normal Rp. 175.000,-/botol. Ini jelas nggak sehat. Perusahaan MLM lokal harus ambil tindakan tegas untuk melindungi para membernya.

Selidik punya selidik, salah satu penyebabnya ternyata adalah ulah para Sniper? Hah? Apaan tuch sniper? Sniper adalah orang yang bermain curang di system di Network Binary. Bagi mereka, yang penting bnus pasangannya dapat. Mereka gak perduli produk, produknya malah mereka lempar ke bandar mafia, dari bandar terus dilempar ke toko-toko herbal online. Skenarionya begitu.

Kenapa yang jebol cuma perusahaan local aja ya? Saya belum pernah lihat produk-produk MLM asing diobral sadis di Marketplace. Nggak ada tuch produk-produk Amway, Usana, Jeunese Global.

Untuk Sukses di Bisnis MLM, Haruskah Ikut di Perusahaan Fresh Yang Baru Buka?

Sejak MLM berkembang selama beberapa puluh tahun di Indonesia, saat ini kita bisa bayak menemukan berbagai tipe leader MLM dengan segala keunikannya. Saya kenal dengan salah satu leader, saya gak tahu dia itu sebetulnya  pantas disebut leader apa nggak, karena definisi leader bisa relatif. Yang jelas, dia adalah specialis jadi orang pertama yang daftar di perusahaan-perusahaan MLM yang baru buka. 

“Mumpung bis masih kosong, masih banyak tempat yang enak,” jawabnya ketika saya tanya alasannya apa. 

Memang ada perasaan gak enak pada diri pemain ketika prospeknya bertanya, “bisnisnya apa sih?”, terus begitu disebut namanya, si prospek berkomentar, “Oh, itu mah saya udah tahu, saya pernah ikutan 4 tahun yang lalu.” atau, “Oh, itu mah udah lebih dari 10 tahun yang lalu om dan tante saya pernah ikutan.” dan komentar-komentar seperti itu.  Di dunia persilatan MLM di Indonesia, memang ada komunitas yang terdiri dari orang-orang specialis tahu duluan dan ikut duluan. Mereka berprinsip, pokoknya mah ikut duluan aja, siapa tahu jalan. Ibarat penumpang bis yang cari bis kosong, duduk paling depan, begitu bis berangkat, mereka turun terus cari bis yang lain yang masih kosong. Mereka sampai di tujuan? Kalaupun berhasil, hasilnya juga tanggung, gak pernah jadi legenda, atau minimal history maker lah 🙂

Orang yang menurut saya pantas disebut sebagai tokoh yang paling berpengaruh dalam dunia MLM adalah Jim dan Nancy Dornan. Mereka adalah orang yang pertama kali mengajarkan cara menjalankan bisnis Amway secara professional. Mereka adalah pendiri Support System Network 21. Mungkin jarang orang mengetahui bahwa Jim dan Nancy Dornan sendiri baru menjalankan Amway Setelah buka 10 tahun lebih di Amerika. Masih di bisnis yang sama, Crown Ambassador Mitch dan Deidree Sala yang saat ini menjadi salah satu legenda Network 21 dunia, mereka join Setelah 17 tahun Amway buka di Australia. Yang join duluan saat Amway pertama kali buka di sana siapa saja? Mungkin orang-orangnya sudah pada expired. Jadi memang bukan jaminan bahwa yang pertama kali ikutan pasti paling berhasil dan jadi top leader. Saya memang mengamati juga bahwa beberapa leader besar yang menjadi legenda di sebuah perusahaan MLM, mereka memang join di saat pertama kali buka. Seperti Robert Angkasa dan Paul-Linda Agus misalnya, mereka bela-belain pulang ke Indonesia saat Amway dan Network 21 pertama kali buka di Indonesia.

Di Perusahaan lain di negara kita,  Trisulo, Louis Tendean, Naga Sugara, dll, mereka termasuk gelombang pertama saat Tianshi buka di Indonesia. Di luar Trisulo yang saat ini sudah di tianshi lagi, mereka yang jadi legenda, siapa yang merupakan orang pertama atau 001-nya Tianshi? Tidak satupun dari mereka. Bukan factor join duluan, tapi ini soal siapa yang menguasai Support System.

Di Oriflame pun begitu. Saya lihat Dini Shanti bukan orang yang pertama kali yang menjalankan Oriflame. Dia salah satu legenda Oriflame Indonesia yang berhasil karena sukses memadukan kekuatan Network Marketing dan Internet Marketing.. Dia adalah orang yang berhasil membuat Oriflame Indonesia menjadi Viral Marketing. Sekali lagi, ini bukan masalah Anda join duluan di perusahaan tersebut, tapi ini masalah Anda punya system atau tidak, punya pola kerja atau tidak, itu saja… 

 

Sekali Lagi Soal Broadcast Promo Paytren di WhatsApp Group

Sekali lagi saya mendapatkan broadcast di group WhatsApp tentang Paytren. Daripada cuma sekedar ikut komen di WAG tersebut, mending saya bahas khusus di postingan blog ini ya. Semoga bermanfaat untuk teman-teman. Inilah isi broadcastnya, saya cetak warna biru aja ya, untuk ngebedain sama komentar saya di bawahnya :

7 Alasan KENAPA harus pakai PAYTREN

1. MENU APLIKASI LENGKAP
Menunya meliputi Pulsa All Operator, Pulsa Token, PLN Pasca Bayar, TV Berbayar, PDAM, Internet, Speedy, Bayar BPJS, Bayar Leasing, Tiket Pesawat, Kereta Api, Voucher Game, Sedekah, Aqiqoh dan terus dikembangkan sehingga fitur-fitur di aplikasi semakin lengkap.

Kalau soal lengkap, banyak kok aplikasi PPOB gratis lain di Playstore yang daftarnya gratis, gak usah bayar mahal kayak daftar Paytren.   Ini beberapa yang saya tahu, dan Mungkin para pemain di bisnis ini akan semakin banyak :

  • Ayopop
  • Kudo
  • Payfazz
  • Bebas Bayar
  • Chipsakti
  • OTU-Chat
  • Mitra Tokopedia
  • Topindo
  • Tahharim
  • VPS
  • dan masih banyak lagi… 😀

Positifnya yang saya amati saat ini,  Paytren mulai membundling produk fisik bernama Habspro dan Penghemat Bensin (belum tahu mereknya apa, soalnya saya belum pernah pakai).

Oh iya, saya baca-baca di internet, ternyata Paytren menyediakan produk-produk akhirat. Waduh, ini mah produknya makin gak jelas aja atuh. Ini soal keimanan, kenapa produk seperti ini yang dijual? Ini tidak akan dilirik oleh saudara-saudara kita yang tidak seiman donk. Menurut saya pribadi sih, soal akhirat itu gak usah dimasukin ke bisnis dunia..

Sebaiknya Paytren mulai folus ke pengayaan produk-produk fisik aja dech, karena, kalau tidak begitu, menurut saya, Paytren jadi mulai makin gak kelihatan nilai tambahnya dibanding PPOB gratisan yang lain. Buat saya pribadi sih jadi semakin gak menarik. Seandainya di Paytren banyak produk-produk bagus seperti HPAI yang sistemnya matahari itu, saya yakin minat masyarakat pada Paytren makin meningkat.

2. MUDAH, EFEKTIF & FLEXIBLE
Beli dan bayar macam-macam cukup dari HP, jadi mudah, hemat waktu dan tenaga.

3. HEMAT BIAYA
Kita beli dan bayar-bayar gak perlu biaya bensin, ongkos parkir, resiko ban bocor dll, dan harga di paytren lebih murah dibandingkan kita beli di luaran

Kalau soal mudah, efektif, flexible, dan hemat biaya, buat saya pribadi, itu sih bukan nilai tambah istimewa lagi. Tiap bulan saya bayar tagihan listrik, telepon, internet, PDAM, hingga isi pulsa di Tokopedia, Bukalapak. Di aplikasi-aplikasi gratis tersebut saya sudah mendapatkan kemudahan yang efektif, flexible, dan hemat biaya itu, karena semua cukup saya kerjakan lewat aplikasi di HP Android saya. Sekali lagi, tolong pikirkan lagi dech nilai tambah yang lain, he he..

4. DAPAT CASHBACK
Setiap transaksi kita mendapatkan cashback yang cair sebulan sekali.

5. BERNILAI SEDEKAH
Keuntungan dari transaksi kita sudah ada anggaran wajib untuk sedekah/dana sosial.

6. BERNILAI BISNIS
Sangat modern, canggih dan memiliki prospek masa depan yang cerah & mudah. Bisa dikembangkan via online maupun offline. Karena kebutuhan setiap orang yang harus di bayar / beli.
#paytrenindonesia

Emangnya di OTU-Chat dan Bebas Bayar saya gak dapat cashback? Dapat juga lho. Memang sih di sini bonusnya cuma dari bonus generasi sistem matahari, gak dapat bonus sponsor dan bonus pasangan kayak di Paytren. Ya iya lah, lha wong daftarnya gratis, anggaran bonus sponsor dan pasangan darimana? 

7. OWNER / PEMILIK
Dibawah pimpinan langsung Ustadz Yusuf Mansur yang visioner, insyaallah amanah dan mempunyai daya magnet yang kuat di Indonesia.

Wah, kalo udah bicara soal figure sih, saya mending no comment dech. Gimana ya, ngomongin fakta jadinya gibah, ngomongin gossip, takutnya jadi fitnah…  😀

Info paytren 👇👇
Chat WA : klik https://bit.ly/SAYAMAUIKUTPAYTREN
Web: klik bit.ly/ahmad-ghozali
https://agencypaytrenlampung.business.site
bit.ly/klik-google

Sebagai tanda Terima kasih saya atas copas broadcast di atas, saya cantumkan nama broadcasternya ya.

MLM & Viral Marketing – Jilid 2

Di postingan sebelumnya, saya membahas membahas 2 dari 10 poin perbedaan dari Multi Level Marketing dan Viral Marketing, beserta opini saya yang berkaitan dengan itu. Baiklah, dalam tulisan ini, saya akan  bahas tuntas point-point selanjutnya. 

Ketiga, MLM harus bertatap muka langsung dengan calon anggota untuk meyakinkan agar mau membeli produknya dan menjalankan bisnisnya. Di Viral Markeing, tidak perlu harus bertatap muka, cukup online di internet, atau chat lewat WhatsApp Messenger, karena mereka sudah mengetahui dan memakai produknya.

Jaman internet semakin terjangkau seperti sekarang, untuk memprospek produk MLM pun gak harus tatap muka langsung pun bisa kok. Menawarkan produk maupun peluang bisnis MLM bisa dijalankan secara online dengan menggunakan alat-alat bantu seperti  web support, web replika, autoresponder, email marketing, facebook, WhatsApp, Line, dan sebagainya. Dulu sebelum tahun 2000-an awal saat internet masih mahal memang masih sulit dilakukan. Tapi saya lihat makin ke depan memviralkan bisnis MLM lewat internet akan semakin mudah dan cepat. 

Keempat, di MLM harus menjelaskan kehebatan produk yang ditawarkan, karena produk mahal harus menunjukkan khasial / kualitas sehingga orang mau membelinya. Di Viral Marketing tidak perlu presentasi produk, karena pemilik sudah beriklan di berbagai media massa memperkenalkan manfaat / kualitas produknya. 

Produk apa sih yang tidak perlu dijelaskan khasiatnya? Itu bukan cuma di dunia MLM, di perdagangan konvensional biasa juga begitu. Saya ngerti sih maksud dia. Dalam menjual produk MLM, kita sebagai distributor yang harus menjelaskan manfaat produk pada konsumen, apalagi produk-produk kesehatan. Kalau kita jualan produk konvensional di luar system MLM seperti barang-barang yang kita pajang di warung, konsumen umumnya sudah pasti paham karena sudah dijelaskan dan dipromosikan oleh iklan-iklan di media massa,

Kelima, di MLM mengajak menjadi anggota sulit karena ada tahapan meyakinkan atas manfaat, kualitas, dan khasiat produk yang dijual. Di VM mengajak orang menjadi anggota relative mudah karena mereka memang sudah terbiasa memakai produknya, hanya cara dan tempat membelinya saja yang perlu dijelaskan.

Sulit untuk mengajak orang yang belum paham, tapi tetap relative mudah untuk orang yang sudah paham. Jaman Now ini, para internet marketer professional sudah banyak yang sukses menjalankan bisnis MLM tanpa tatap muka, meskipun menurut kacamata orang awam akan sulit dilakukan

Keenam, anggota MLM harus presentasi produk untuk menjelaskan kehebatan produknya, meskipun kadang manipulatif. Viral Marketing hanya mengajak merubah kebiasaan pembelian produk dari toko konvensional ke Online Shop, dan menyampaikan benefitnya jika mau berpindah dari kebiasaan lama ke kebiasaan baru

MLM berbasis produk juga sudah banyak yang mulai meyediakan fasilitas Online Shop, baik berbasis web maupun berbasis aplikasi android.

Ketujuh. MLM, wajib menghadiri seminar/pertemuan yang dilakukan secara rutin untuk memotivasi para anggotanya yang kesulitan menjual produk karena harganya mahal. VM tidak wajib menghadiri pertemuan/seminar, yang penting rajin memperkenalkan dan mereferensikan teman bergabung menjadi anggota viral Marketing.

Sebetulnya menghadiri seminar dan pertemuan itu bukan kewajiban, itu hanya bagian dari Support System saja, dan sifatnya pilihan. Di jaman serba online seperti sekarang, orang-orang semakin memungkinkan untuk menjalankan bisnis MLM dengan sesedikit mungkin pertemuan berbayar.

Kedelapan, MLM ada biaya pendaftaran yang sangat besar untuk membeli paket produk dengan alasan agar bisa meyakinkan orang lain, maka anggotanya harus merasaan dulu produknya. Viral Marketing pendaftarannya gratis karena anggota pada dasarnya sudah menjadi konsumen produknya.

Tidak setiap MLM mewajibkan membeli sejumlah paket produk yang mahal. Banyak yang

Kesembilan, MLM besarnya bonus berdasarkan pendaftaran member baru, karena bonus dibayar berdasarkan uang pendaftaran. Viral Marketing, bonus dibayarkan per transaksi secara berjenjang dan memiliki jenjang karir sesuai pertumbuhan transaksi.

Saya akui, saat ini memang banyak sekali MLM yang membagi bonusnya berdasarkan uang pendaftaran. Namun praktek ini menurut saya syah-syah saja. Member pun banyak yang suka, kenapa? Karena hasil jerih payahnya memprospek orang langsung terbayar. Bukanlah ada hadits yang mengatakan bahwa “bayarlah upah buruh sebelum kering keringatnya”? 

Kesepuluh, MLM selain harus membeli starterkit, anggota juga wajib membayar iuran setiap tahun agar keanggotaannya tidak hangus, atau membayar lagi agar naik karir. Viral Marketing, registrasi gratis, tidak ada iuran tahunan.

Oke, itulah 10 perbedaan Multi Level Marketing dan Viral Marketing. Seperti sudah saya duga sebelumnya, orang tersebut lalu menawarkan bisnis juga. Bisnis apa sih? Saya akan bahas masalah ini di tulisan-tulisan selanjutnya.