1100 Words You Need to Know

Menguasai kosa kata atau vocabulary yang banyak adalah salah satu modal untuk bisa menikmati bacaan dan tayangan-tayangan film di bioskop dan televise. Banyak cara yang bisa kita lakukan untuk memperkaya vocabulary. Ada yang menganjurkan agar banyak-banyak membaca, tuliskan kata-kata yang kita gak tahu artinya, dan rajin-rajin membuka kamus. Ada juga yang menganjurkan kita untuk menghafal 5 hingga 10 kosa kata baru per hari. Dari mana kita bisa dapatkan kosa kata baru itu? Tentu dari bacaan juga khan? Salah satu masalahya yang sering ditemui oleh para pemula yang baru belajar Bahasa Inggris adalah, kita seringkali frustasi ketika kita menemukan terlalu banyak kata-kata yang kita nggak tahu artinya. Belum buka kamus udah capek duluan. Idealnya kita belajarnya bertahap, dimulai dari bacaan-bacaan yang ringan, hingga bertahap ke majalah, koran, hingga novel. Saat saya kuliah dulu, bacaan-bacaan seperti ini banyak tersedia di Perpustakaan khusus bernama British Council.

Kalau ada yang nanya buku apa yang bisa direkomendasikan untuk memperkaya kosa kata secara bertahap, buku “Barrons’s 1100 Words You Need to Know” adalah salah satu yang saya rekomendasikan. Disusun oleh dua orang ahli Bahasa Murray Bromberg dan Melvin Gordon, buku ini sudah terbukti menjadi Best Seller selama 45 tahun.

Saya mulai mengenal buku ini saat kuliah sekitar tahun 1996 dari beberapa orang teman yang saat itu mengikuti kursus TOEFL di Sam College Bandung. Tampilan buku yang terlihat itu kurang menarik sih, karena bentuknya fotocopian biasa saja. Tapi sepertinya buku itu bagus untuk meningkatkan penguasaan vocabulary. Buktinya dipake sama guru Bahasa Inggris di sana. Saat itu belum jaman internet murah. Jadi saya belum bisa mengecek seperti apa sih bentuk asli buku itu? Waktu itu pun belum seperti jaman now yang menyediakan berbagai kamus murah online atau aplikasi android kamus elektronik. Saya pribadi yang saat itu ikut memfotocopy buku tersebut, setengah mati mempelajari isinya. Yang bikin males itu buka-buka kamusnya. Capek, soalnya terlalu banyak kosa kata yang saya nggak ngerti artinya. Itu memang bisa dibilang buku pelajaran vocabulary tingkat advanced.

Buku tersebut berisi program belajar vocabulary yang ditargetkan bisa dikuasai pembacanya dalam waktu 46 minggu. Materi pelajaran disusun dalam waktu 4 minggu, setiap minggunya dibagi menjadi 5 hari. Jadi memang bukan buku yang bisa dikuasai dalam waktu cukup satu minggu.

Salah satu keistimewaan buku ini, kosa kata yang diperkenalkan sebelumnya selalu terulang di pelajaran-pelajaran selanjutnya.

Apa prasyarat yang dibutuhkan untuk mulai mempelajari buku ini? Anda minimal harus menguasari Bahasa Inggris tingkat SMA lah… Iya.. kalau nggak bisa susah. Pengalaman saya pribadi, seringkali kita menemukan kata-kata asing serta idiomatic expression lain di dalam bacaan dan soal-soal evaluasinya, di luar kosa kata baru yang dia perkenalkan itu sendiri. Menurut saya, buku ini diperuntukan untuk Level Upper Intermediate hingga Advance.

Setelah saya mulai mengenal blog, tiba-tiba kepikiran aja untuk berbagi materi buku tersebut di sini. Sekaligus bisa mereview ulang penguasaan saya juga sih, tapi siapa tahu bisa ngebantu teman-teman yang saat ini sedang berjuang meningkatkan penguasaan vocabularynya. Oh iya, jaman saya kuliah, fotocopy yang saya punya ternyata baru edisi ketiga. Saat ini saya cek di Amazon ternyata sudah sampai pada edisi ke-6. Selain bentuk buku, juga sudah tersedia dalam bentuk FlashCard-nya juga. Saya belum lihat bentuk flash cardnya seperti apa. Salah satu kekurangan buku ini, menurut saya, adalah tersedia dalam bentuk Audiobook yang bias membantu kita mendengarkan pelafalan kata-kata tersebut langsung dari native speakernya.

Menguasai vocabulary secara luas dan mendalam itu asyik lho. Ngebantu banget buat menikmati film-film yang tayang di TV dan bioskop. Ngebantu banget juga buat bisa menikmati novel-novel berbahasa Inggris. Ngebantu banget buat memahami textbook materi kuliah. Minimal bantu dapat nilai A lah di mata kuliah Bahasa Inggris. Dan tentunya bisa jadi modal yang besar untuk menguasari keterampilan menulis dalam Bahasa Inggris.  Gimana, apa teman-teman bisa makin tertarik dan semangat buat mendalami Ilmu Vocabulary?

Apa yang saya bagikan di sini, sudah diolah berisi catatan-catatan pribadi yang saya tambahkan pada tiap materi pelajaran di buku tersebut. Sudah tidak perlu terlalu repot buka-buka kamus lagi. Semoga bermanfaat.

Silahkan memulainya dari sini 🙂

Inilah Buku-Buku Eksakta “Jaman Old” Yang Melegenda dan Tetap Dicari Orang

Saat saya masih SMA dulu, Pak Suateng dan Pak Obos Bastaman, guru Matematika SMAN 3 Bandung saat itu, sering bercerita bahwa buku-buku Matematika jaman Now tidaklah sebaik buku-buku jaman Old dulu. Menurut Pak Obos, buku-buku jaman Now ini kurang kreatif, terlalu banyak unsur “Gunting-Tempel”nya. Entah benar atau tidak, tapi menurut saya, soal-soal Alabar dan Ilmu Ukur Segitiga CJ Alders yang sempat saya cicipi saat itu memang kompleks, panjang, dan tidak bisa diakal-akalin pake Rumus The King Jaman Now. Salah satu alasan saya malas buka buku-buku old itu karena gaya bahasanya yang mungkin karena pengaruh jaman Belanda, jadi terasa “pikaseurieun”. Misalnya : “2 persamaan dengan 2 variabel yang tidak diketahui”, dalam buku Ilmu Aldjabar CJ Alders ditulis, “dua persamaan dengan dua bilangan anu” 😀

Waktu itu kami di kelas menggunakan Buku XYZ tulisan Sartono Wirodikromo, pemilik Bimbel ICT, terbitan Erlangga, yang menurut Pak Suateng, paling mendekati gaya buku-buku jaman Old itu. Namun ternyata, masih menurut Pak Suateng, buku XYZ juga kurang berani membahas beberapa materi old yang seharusnya dibahas di buku SMA. Misalnya :

  • persamaan dengan dua variable yang dua-duanya kuadrat, seperti yang dibahas di buku Aljabar CJ Alders
  • grafik fungsi rasional, di kurikulum 87 tidak ada, tapi ternyata kemudian ada di kurikulum 94

Berikut adalah daftar buku-buku eksakta Jaman Old yang pernah tercatat dalam sejarah pendidikan di Indonesia. Tidak semua buku-buku di bawah ini pernah saya buka.

Ilmu Ukur Analitis, Teori dan soal. Oleh R.Rawuh dkk.Bandung : Tarate 1961

Penyelesaian soal-soal ilmu ukur Analitis jilid 1. Oleh Rawuh, dkk (1970). Penerbit Exacta Group Surabaya

Aljabar Rendah jilid 1 dan 2. Oleh Widenes J. 1968. Jakarta : Pradnya Paramita

Ilmu Ukur Segitiga dengan soal-soal oleh Thijn A.V.,Kobus M.L dan Rawuh. Djakarta : J.B Wolters, Groningen

ILMU ALDJABAR jilid 1,2,3,5 dan 6 karangan M.Oetjoep Ilman, Gunawan, Tosin, Zainuddin

Integral Tertentu: beserta soal-soal oleh Wardiman. Penerbit Lembaga Kesejahteraan Senat Mahasiswa FTSP UII 1980

Integral Tertentu Teori beserta Soal – soal oleh Wardiman. Penerbit Lembaga Kesejahteraan Senat Mahasiswa FTSP UII 1978

Integral Berlipat Dua dan Tiga: beserta soal-soal oleh Wardiman. Penerbit Lembaga Kesejahteraan Senat Mahasiswa FTSP UII 1977

Integral : 1000 soal dan penyelesaiannya untuk perguruan tinggi. Pengarang SRI REJEKI DWI PUTRANTI. Penerbit Rineka Cipta 1999

Soal dan Penyelesaian Integral Tertentu. Oleh CESA GROUP 1978

Penyelesaian Soal-soal Hitung Diferensial dan Integral. Jilid 2 Pengarang Armawi K Mundit. 1981

Penyelesaian Soal-soal Hitung Diferensial dan Integral. Jilid II B. Pengarang Armawi K Mundit. 1981

Penyelesaian Soal-soal Hitung Diferensial dan Integral. Jilid 3 Pengarang Armawi K Mundit. 1981

Oh iya, nama Armawi K Mundit sebagai penulis buku Matematika,  bukan buku di atas yang saya kenal saat itu, tapi buku Penyelesaian Soal-soal Matematika dari buku Paket Dikbud saat itu yang diterbitkan oleh Penerbit Armico. Waktu jaman SMP saya sering beli di Bursa Buku Palasari buat contekan PR, he he…

Kumpulan soal-soal hitung diferensial dan integral 3 oleh HK HWAN. Binacipta 1985

Ilmu ukur analitika dan pendahuluan aldjabar linear djilid I. Pengarang : Goenarso. Penerbit PT. Refika Aditama tahun 1967

Himpunan Rumus-rumus dan 1182 (Seribu Seratus Delapan Puluh Dua) Penyelesaian Soal Hitung Integral Tak Tertentu dalam Detail. Pengarang SENTOT HARDWIYONO. 1982

Himpunan Tujuh Ratus Tujuh Puluh Tujuh Rumus dan Seribu Dua Ratus Penyelesaian Soal Hitung Integral Tak Tertentu dalam Detail. Jilid 1 Pengarang SENTOT HARDWIYONO. Penerbit Ananda 1983

Aldjabar. Oleh H.K Hwan. Penerbit Djambatan

Permulaan hitung diferensial dan hitung integral djilid 1A oleh L. Kuipers, B. Meulenbeld dan Rawuh. Penerbit Pradnja Paramita Jakarta 1973

Permulaan hitung diferensial dan hitung integral djilid 1B oleh oleh L. Kuipers, B. Meulenbeld dan Rawuh. Penerbit Pradnja Paramita Jakarta 1969

Permulaan hitung diferensial dan hitung integral jilid 2A oleh L. Kuipers, B. Meulenbeld dan Rawuh. Penerbit Pradnja Paramita Jakarta 1970

Permulaan hitung diferensial dan hitung integral jilid 2B. oleh L. Kuipers, B. Meulenbeld dan Rawuh. Penerbit Pradnja Paramita Jakarta 1970

Ilmu Aljabar untuk SMA dan Sekolah landjutan karangan CJ Alders (1952). Djakarta : Noordhoff-Kolff N.V

Ilmu Aldjabar untuk SMA dan sekolah landjutan yang sederajat. Jilid 1 dan 2. karangan Azis B (1951). Penerbit Noordhoff-Kolff Bandung

Aldjabar untuk S.M.A. karangan Abdul Karim Djakarta: J.B. Wolters, 1952

Ilmu Pesawat, Ir Djiwatampu

Ilmu Pesawat, Peklharing

Membongkar Kebohongan Tayangan Mistis di Televisi

Banyak sekali tayangan mistis di televisi. Acara-acara seperti ini ratingnya tinggi lho. Ini menunjukkan bahwa masyarakat di negara kita memang sangat kental dengan budaya mistis dan takhayul. Salah satu acara yang pernah tayang di televisi adalah “Masih Dunia Lain”.

Kang Dicky Zainal Arifin, pembina Yayasan Lantera sekaligus Guru Utama Lanterha The Lemurian Meditation, pernah ikut terlibat sebagai narasumber di acara tersebut. Tujuannya adalah dakwah, meluruskan segala kesalahpahaman konsep mistis yang beredar di masyarakat. Tapi ternyata berbada visi dan misi dengan tim produksi tayangan mistis tersebut yang justru ingin mempertahankan budaya mistis di masyarakat. Itu sebabnya beliau mengundurkan diri dari acara Masih Dunia tersebut.

Inilah salah satu dokumentasi pembongkaran kebohongan dalam tayangan Misteri Dunia Lain…

Rumus The King GO

Saat saya membuka admin area untuk memoderasi teman-teman yang berkomentar di blog ini, ternyata cukup banyak juga ya yang buka blog saya untuk cari rumus the King yang bisa didonlot. Kebetulan kata kunci “Rumus The King” tersebut trafic-nya menuju salah satu artikel tentang Nostalgia Bimbel Ganesha Operation yang pernah saya tulis.

Mungkin sebagian pembaca bertanya, “Apa sih Rumus The King GO itu?”

Bagi teman-teman yang belum “ngeuh” apa yang dimaksud dengan judul artikel ini, Rumus The King adalah branding Bimbingan Belajar Ganesha Operation Bandung untuk cara cepat penyelesaian soal-soal Matematika, Fisika, dan Kimia. Waktu saya kelas 3 SMA, branding The King belum dipakai.

Cara cepat ini awalnya dipopulerkan dengan sukses oleh Sony Sugema (alm) pada Bimbel Sony Sugema College miliknya. The Fastest Solution, yang saat itu menjadi slogan Sony Sugema College memang menyedot minat siswa-siswi SMA favorit di Bandung. Awalnya cara-cara cepat SSC tersebut banyak dicela oleh para pengajar GO. Banyak juga tentor Bimbel lain yang mengatakan “Cara Cepat” tersebut tidak mendidik.

Ah, masa iya sih tidak mendidik? Menurut saya pribadi sih, penurunan rumus-rumus cepat, yang saat ini dipopulerkan dengan istilah “Konsep Dasar The King” atau “Koding”, merupakan kegiatan ilmiah biasa. Mungkin karena kurikulum pendidikan nasional kita terlalu cepat gonta-ganti buku, rumus-rumus ini tidak pernah keluar dalam textbook standar sekolah. Guru-guru di sekolah saja belum bisa sepenuhnya memenuhi tuntutan Kurikulum 94, tahun 96 udah diganti jadi KTSP. Saat mulai sedikit paham apa itu KTSP, eh, keluar lagi Kurikulum 2013 (Kutilas).

Kembali ke soal “Rumus Cepat”, sekitar tahun 1992, Parulian Panggabean, guru senior matematika GO, mengklaim bahwa soal-soal matematika yang dia ajarkan di kelas, tidak bisa diakali dengan cara-cara SSC tersebut. Parulian memang sangat ahli di bidang matematika SMA. Dia berusaha mengajarkan konsep yang benar pada siswanya. Soal-soal bikinan Parulian dalam tiap Try Out maupun Quiz kecil di kelas memang yahud.

Namun tetap saja “The Fastest Solution” ini heboh dan populer dan menjadi “trending topic” di kalangan siswa SMA.

Untuk memenangkan persaingan bisnis, akhirnya Bob Foster dan teman-temannya merumuskan cara-cara cepat ala SSC tersebut, lalu mereka branding dengan nama Rumus The King of The Fastest Solution, atau disingkat menjadi “Rumus The King” saja.

Soal claim meng-claim dalam dunia bisnis adalah hal yang biasa. Saat awal Sony sugema mempromosikan “The Fastest Solution” inipun, Bapak Obos Bastaman, guru Matematika senior di SMA Negeri 3 Bandung saat itu, menyatakan bahwa rumus-rumus cepat ini adalah hasil ulikan beliau. Sony Sugema adalah murid Pak Obos di SMA 3 saat itu, konon, sempat meminta restu pada Pak Obos untuk menggunakan cara-cara cepat tersebut di Lembaga Bimbingan Belajar miliknya.

Tapi menurut saya sih, siapapun boleh meng-claim. Ini khan cuma algoritma matematika biasa yang bisa ditemukan oleh siapapun yang menggalinya. Tidak bisa di-patent! For Your Information, Bimbel Primagama pun punya metoda yang sama dengan The King, tapi mereka menjualnya dengan judul “Smart Solution”

Sebetulnya, jika siswa SMA menguasai konsep yang kuat, dia bisa menemukan “Rumus The King” nya sendiri. Cara-cara kreatif dan ilmiah ini memang berada di luar jangkauan buku-buku pelajaran standar. Juga jarang sekali diulik secara khusus oleh guru-guru sekolah biasa. Kok bisa? Jangankan bikin cara-cara kreatif lah, seringnya gonta-ganti kurikulum juga udah bikin guru-guru di sekolah jadi “Pusing Pala Barbie” 🙂

Agar menguasai “Rumus Cepat” ini , siswa sebaiknya dibimbing oleh guru atau tentor yang berwawasan dan berpengalaman.

Dulu saat saya masih SMA, Ada beberapa “Rumus Cepat” yang secara “default” tidak ter-cover oleh Kurikulum SMA saat itu. Misalnya dalil L’hospital pada soal-soal Limit Fungsi, atau metoda Spallanzani untuk menyelesaikan integral-parsial. Cara ini juga saat itu jarang sekali diketahui oleh guru bidang studi yang bersangkutan. Tapi saya lihat di kurikulum SMA saat ini, dalil L’Hospital ternyata sudah masuk ke dalam kurikulum pelajaran matematika, pada bab Turunan. Tapi yang bikin soal-soal ujian juga nampaknya paham dengan kondisi ini. Walhasil :

  • Soal-soal limit yang gampang diakalin dengan dalil L’Hospital sederhana tidak pernah keluar lagi.. 🙂
  • Soal menghitung luas di bawah kurva untuk kasus kurva penuh jarang keluar lagi
  • Soal menghitung panjang lintasan bola yang dipantulkan dengan rasio a/b tidak pernah keluar lagi

Meskipun demikian, setiap guru bidang study dan para tentor bimbel kreatif selalu ada saja yang bisa menemukan “cara-cara the king” yang baru. Para pelajar SMA yang rajin ngulik dan ngutak-ngatik-nguteuk matematika pun pasti bisa menemukan cara-cara ini. Asalkan tekun dan rajin mencoba. Asal keyeng tangtu pareng.

Saat duduk di bangku kuliah, salah satu hobi saya adalah mengajar. Tentu saja saat itu saya banyak berkecimpung di pengulikan rumus-rumus cepat yang banyak dibahas di depan murid-murid bimbingan saya. Ada beberapa yang masih saya ingat, daripada nggak barokah karena nggak diamalkan, karena saya memang sudah tidak aktif mengajar lagi, sedikit-sedikit mulai saya bagikan di sini dech..

Semoga bermanfaat untuk para pelajar SMA, guru-guru di sekolah, maupun rekan-rekan sejawat para tentor bimbel maupun guru-guru privat les.

Silahkan klik link di bawah ini

Rumus The King Persamaan Kuadrat
Rumus The King Limit Fungsi Aljabar – Part 1
RumusThe King Limit Fungsi Aljabar – Part 2
Rumus The King Limit Fungsi Trigonometri
Rumus The King Barisan dan Deret
Rumus The King Menghitung Luas Kurva (Integral)
Rumus The King Gaya Kontak
Rumus The King Tumbukan dan Momentum (1)
Rumus The King Tumbukan dan Momentum (2)
Rumus The King Tegangan Tali Statis
Rumus The King Gaya Gesekan Pada Bidang Miring
Rumus The King Rangkaian Listrik
Rumus The King Relasi dan Fungsi

Last but not least, daftar Rumus The King di atas, Insya Allah akan selalu saya update dari waktu ke waktu…. pembahasan pun akan terus disempurnakan 🙂

Software Mathcad : Alat Bantu Perhitungan Numerik Untuk Pelajar, Mahasiswa, Hingga Insinyur

Saya yakin sebagian besar teman-teman pembaca sudah sangat familiar dengan Software Autocad yang biasa dipergunakan oleh para arsitek dan Insinyur pembangunan. Yang mau saya bahas di sini bukan AutoCad, tapi MathCad, sama-sama “Cad” di belakangnya, tapi beda fungsi. Saya mengenal dan mulai belajar Mathcad  saat masih kuliah di Jurusan Teknik Sipil ITB dulu. Waktu itu ada satu orang teman saya yang memang hobi dan rajin mengutak-atik software komputer untuk menyelesaikan tugas-tugas kuliah yang banyak melibatkan rumus dan hitungan. Contoh penampakan Mathcad :

Software Mathcad 1

 

Belajar Mathcad itu jauh lebih mudah daripada belajar AutoCad. Salin saja print-an hasil-hasil perhitungan Mathcad yang dibuat oleh temen anda yang sudah ahli, Insha Allah cepet bisa kok, dijamin!

Saya melihat Mathcad bagaikan melihat perpaduan spreadsheet Excel dan Microsoft Equation saat kita mengetik dengan Microsoft Word. Hal yang membuat Mathcad istimewa adalah, dia bisa menghitung sekaligus dengan satuan-satuannya. Jadi bukan cuma keluar angka-angkanya saja.

Awalnya saya tidak percaya Mathcad bisa digunakan sebagai alat bantu perhitungan untuk menyelesaikan Tugas Besar Struktur Baja, namun saya melihat dia menyelesaikan tugas tersebut dengan software itu. Memang sempat ada sedikit perdebatan dengan Asisten Mata Kuliah, karena memang masih di luar kebiasaan umum mahasiswa saat itu. Kekaguman saya pada Software Mathcad semakin membesar ketika melihat ada seorang Dosen di Universitas Katolik Parahyangan menyusun Diktat Kuliah Struktur Baja LRFD dengan Software Mathcad. Ternyata bukan cuma Struktur Baja yang beliau susun, Struktur Kayu pun begitu.

Banyak kemampuan lain Mathcad yang bisa dieksplor oleh para pencinta matematika, Fisika, dan para Insinyur praktisi desain perencanaan struktur. Mathcad teryata juga  bisa menampilkan grafik fungsi matematis yang terlibat dalam perhitungan kita.

Agar punya gambaran bagaimana cara kerja Mathcad, silahkan perhatikan dan pelajari contoh lembar kerja perhitungan desain elemen struktur baja yang saya buat di bawah ini :

Desan Batang Tekan 01

Desan Batang Tekan 02

Asyik bukan? Rumus-rumus perhitungan yang rumit tampil dalam bentuk apa adanya. Hasil perhitungan tentu sangat akurat. Dengan menggunakan lembar kerja elektronik MathCAD diatas, untuk soal-soal serupa, pembaca tinggal mencoba  mengganti angka-angka seperlunya untuk mendapatkan solusi secara instan. Lembar kerja di atas juga dapat kita percantik tampilannya dengan menambahkan gambar-gambar ilustrasi pelangkap.

Setelah memahami cara kerja MathCAD, cobalah untuk membuat sendiri. Untuk anda para mahasiswa Teknik Sipil, banyak manfaat yang bisa diambil dengan menguasai Software ini. Mathcad membuat kita terbiasa berpikir sistematis dalam memecahkan masalah perhitungan. Berdasarkan apa yang pernah saya alami sendiri, alat ini tebukti ampuh digunakan dalam perhitungan Struktur Baja, Struktur Beton Bertulang, Struktur Beton Prategang, Hidraulika, Mekanika Tanah dan Desain Pondasi.

Hal yang menghambat semangat mahasiswa untuk mempelajari software ini cuma satu sih, buat apa saya mempelajari software ini kalau dosen saya tidak paham? Begini saja, ajak saja dosen anda tersebut untuk sama-sama belajar MathCAD, he he…