Superhero Marvel, DC Comics, dan Indonesia Yang Saling Berpadanan

Marvel Cinematic Universe dan DC Comics merupakan 2 publisher besar yang kerap bersaing dalam membuat cerita dari tokoh-tokoh superhero. Tak ayal, kedua publisher tersebut sering bersaing secara sportif untuk merebut gelar siapa yang terbaik sebagai pencipta tokoh superhero. Banyak asumsi bermunculan bahwa mereka memang saling bermusuhan, namun ditengah persaingan itu, entah disengaja ataupun tidak, beberapa superhero dari Marvel dan DC yang tampil dilayar kaca muncul dengan kemampuan yang nyaris sama. Selalu saja ada tokoh-tokoh yang saling berpadanan.

Flash – Quick Silver

Karakter The Flash sebetulnya sudah lama popular. Tahun 1992 muncul di serial TV sebanyak 2 season. Flash semakin popular ketika dibuat ulang tahun 2014, dengan banyak adaptasi, modernisasi, serta teori Fisika modern baru yang ditambahkan sebagai bumbu-bumbu penyedap tambahan sebagai unsur scifi pembenarnya. Hingga artikel ini ditulis, Flash sudah sampai di Season 4.

Quicksilver mundul dalam film The Avengers : Age of Ultron dan X-Men Apocalypse.

Melihat sosok 2 superhero di atas, menurut saya, Indonesia diwakili oleh karakter Gundala Putra Petir. Dari segi penampilan, Gundala memang mirip Flash. Mungkin Hasmi, komikus Gundala saat itu, tidak berlatar belakang Fisika Modern, hingga saat itu belum terpikirkan untuk memasukan unsur-unsur teori Relativitas dan Twin Paradox ke dalamnya. Gundala hanya disebutkan bisa berlari cepat sekencang angin, dan dapat menembakan petir. Kalau belum bias melebihi kecepatan cahaya, tentunya dia belum bisa membuka portal ke masa lalu dan masa depan seperti The Flash yang baru. Seru juga ngebayangin Gundala buka portal ke masa lalu. Di jaman apa aja dia seru buat dimunculin? Di jaman Majapahit kah? Atau sekalian aja di jaman pewayangan biar dia ketemu Cepot, Dawala, Gareng, dan Semar, heu heu heu…

Karakter The Flash mulai populer ketika tahun 2014 sampai dengan saat ini CW menayangkan serial TV-nya dengan judul The Flash. Sementara Quicksilver muncul di dua film berbeda yaitu The Avengers : Age of Ultron dan X-men Apocalypse. Keduanya adalah superhero dengan kemampuan super cepat dan bahkan mereka dapat melewati kecepatan cahaya. Quicksilver yang memiliki kemampuan mutan hasil eksperimen, dan Flash yang memiliki kekuatan Speed Forcenya. Hal mencolok yang membedakan Flash dan Quicksilver adalah pakaiaan yang mereka kenakan. Flash tampil dengan pakaian serba merahnya sementara Quicksilver tampil dengan pakaian berwarna abu.

Kedua karakter ini mempunyai kemampuan yang sama, yaitu kemampuan dalam hal akurasi yang tinggi. Hawkeye dan Arrow adalah dua sosok manusia biasa yang sangat terlatih dalam menggunakan senjata busur dan panah.

Hawkeye pertama kali muncul di film The Avengers (MCU) yang diperankan oleh Jeremy Renner,

Arrow muncul dalam TV series berjudul sama yang diperankan oleh Stephen Amell. Sebelumnya Green Arrow alias Oliver Queen ini muncul juga sih di Serial Smallvile. Dongeng Arrow versi Arrowverse dan Smallvile itu memang beda mazab sih. Dalam Arrowverse, Oliver Queen dan Clark Kent berada di dunia parallel yang berbeda.  Hal yang membedakan Arrow dan Haweye, kemapuan Arrow terasah sejak dia terdampar di sebuah pulau terpencil di China yang bernama Lian Yu.

Hawkeye (Clint Barton) lahir di Waverly, Iowa. Di usia muda ia kehilangan kedua orang tuanya dalam sebuah kecelakaan mobil. Setelah enam tahun berada di panti asuhan, Clint dan saudaranya Barney melarikan diri untuk bergabung dengan Carson Carnival of Travelling Wonders. Clint segera menarik perhatian Swordsman, yang membawa anak muda itu sebagai asistennya. Seiring dengan bantuan Trick Shot, Swordsman melatih Clint untuk menjadi pemanah utama.

Dead Pool – Deathstroke

Kedua superhero yang sama-sama menggunakan topeng ini menjadikan pedang dan pistol sebagai senjata utamanya. Keduanya juga memiliki kemampuan dalam menyembuhkan diri dengan cepat, namun healing factor Deadpool lebih baik ketimbang Deadstroke. Healing factor Deadpool masih dapat bekerja disaat ia bertarung, sementara healing factor Deathstroke hanya dapat bekerja ketika dia beristirahat. Dalam versi awalnya, Deadstroke muncul di kisah=kisah Batman. Tapi dalam Arrowverse yang berbeda mazab, Deadstroke pertama kali muncul di musim pertama dan kedua dalam serial Arrow. Deadpool muncul sebagai sosok anti hero difilm X-Men Origins: Wolverine (20th Century Fox) dan di film solo Deadpool (20th Century Fox).

Ironman, Ant-Man, Atom

Ant-Man dan Atom memiliki kemampuan yang sama yaitu mampu menyusutkan tubuhnya hingga ke ukuran sub-atomik. Namun Ant-man mempunyai kelebihan yang tidak dimiliki atom yaitu ia mampu memperbesar ukuran tubuhnya ke wujud raksasa dan ia juga dapat berkomunikasi dengan makhluk serangga.

Begitu juga sebaliknya , kelebihan Atom yang tidak dimiliki Ant-man adalah Atom memiliki kemampuan untuk dapat terbang di udara dengan bantuan kostumnya.

Ant-Man kekinian bias kita lihat pada film solo pertamanya berjudul Ant-Man (2015). Sedangkan The Atom muncul di TV series Arrow yang berlanjut kiprahnya di Legends of Tomorrow. Menurut saya sih, Atom tepat juga jadi padanan Iron Man. Kekuatannya sama-sama berasal dari teknologi nano yang terpasang di kostumnya. Hanya saja Ironman tidak bias menyusutkan tubuhnya ke ukuran mini seperti Atom maupun Ant-Man.

Martian Manhunder – Vision

Martian Manhunter dan Vision memiliki banyak kemampuan super yang sama antara lain mereka dapat membaca pikiran musuhnya, berkomunikasi jarak jauh secara telepati, menciptakan ilusi, dan kekuatan supernya yang utama adalah mereka dapat mengendalikan dan mendominasi pikiran musuhnya.
Martian Manhunter muncul pada film animasi Justice League, dia juga muncul dalam Serial Supergirl.  Vision muncul pertama kali di Film The Avengers : Age of Ultron dan muncul kembali di film Captain America : Civil War.

Itu dia Geeks para superhero Marvel dan DC yang mempunyai kemampuan yang sama. Siapa diantara mereka yang menjadi favorit kalian?

Sudut Pandang Lain Kisah Malin Kundang

Kisah Malin Kundang, cerita rakyat Sumatera Barat ini, seringkali dianggap sebagai pesan kepada anak-anak agar jangan melawan orang tua atau jadi anak durhaka. Sejak kecil saya pun menganggap demikian. Setelah dewasa dan menjadi orang tua, barulah memikirkan dan merenungkan sudut pandang lain dari cerita ini…  Sebelum saya berbagi pandangan dan pendapat, saya merasa perlu untuk menuliskan kutipan certa asli Malin Kundang itu sendiri di sini, begini ceritanya….

Pada suatu waktu, hiduplah sebuah keluarga nelayan di pesisir pantai wilayah Sumatra. Keluarga tersebut terdiri dari ayah, ibu dan seorang anak laki-laki yang diberi nama Malin Kundang. Karena kondisi keuangan keluarga memprihatinkan, sang ayah memutuskan untuk mencari nafkah di negeri seberang dengan mengarungi lautan yang luas.

Maka tinggallah si Malin dan ibunya di gubug mereka. Seminggu, dua minggu, sebulan, dua bulan bahkan sudah 1 tahun lebih lamanya, ayah Malin tidak juga kembali ke kampung halamannya. Sehingga ibunya harus menggantikan posisi ayah Malin untuk mencari nafkah. Malin termasuk anak yang cerdas tetapi sedikit nakal. Ia sering mengejar ayam dan memukulnya dengan sapu. Suatu hari ketika Malin sedang mengejar ayam, ia tersandung batu dan lengan kanannya luka terkena batu. Luka tersebut menjadi berbekas dilengannya dan tidak bisa hilang.

Setelah beranjak dewasa, Malin Kundang merasa kasihan dengan ibunya yang banting tulang mencari nafkah untuk membesarkan dirinya. Ia berpikir untuk mencari nafkah di negeri seberang dengan harapan nantinya ketika kembali ke kampung halaman, ia sudah menjadi seorang yang kaya raya. Malin tertarik dengan ajakan seorang nakhoda kapal dagang yang dulunya miskin sekarang sudah menjadi seorang yang kaya raya.

Malin kundang mengutarakan maksudnya kepada ibunya. Ibunya semula kurang setuju dengan maksud Malin Kundang, tetapi karena Malin terus mendesak, Ibu Malin Kundang akhirnya menyetujuinya walau dengan berat hati. Setelah mempersiapkan bekal dan perlengkapan secukupnya, Malin segera menuju ke dermaga dengan diantar oleh ibunya. “Anakku, jika engkau sudah berhasil dan menjadi orang yang berkecukupan, jangan kau lupa dengan ibumu dan kampung halamannu ini, nak”, ujar Ibu Malin Kundang sambil berlinang air mata.

Kapal yang dinaiki Malin semakin lama semakin jauh dengan diiringi lambaian tangan Ibu Malin Kundang. Selama berada di kapal, Malin Kundang banyak belajar tentang ilmu pelayaran pada anak buah kapal yang sudah berpengalaman. Di tengah perjalanan, tiba-tiba kapal yang dinaiki Malin Kundang di serang oleh bajak laut. Semua barang dagangan para pedagang yang berada di kapal dirampas oleh bajak laut. Bahkan sebagian besar awak kapal dan orang yang berada di kapal tersebut dibunuh oleh para bajak laut. Malin Kundang sangat beruntung dirinya tidak dibunuh oleh para bajak laut, karena ketika peristiwa itu terjadi, Malin segera bersembunyi di sebuah ruang kecil yang tertutup oleh kayu.

Malin Kundang terkatung-katung ditengah laut, hingga akhirnya kapal yang ditumpanginya terdampar di sebuah pantai. Dengan sisa tenaga yang ada, Malin Kundang berjalan menuju ke desa yang terdekat dari pantai. Sesampainya di desa tersebut, Malin Kundang ditolong oleh masyarakat di desa tersebut setelah sebelumnya menceritakan kejadian yang menimpanya. Desa tempat Malin terdampar adalah desa yang sangat subur. Dengan keuletan dan kegigihannya dalam bekerja, Malin lama kelamaan berhasil menjadi seorang yang kaya raya. Ia memiliki banyak kapal dagang dengan anak buah yang jumlahnya lebih dari 100 orang. Setelah menjadi kaya raya, Malin Kundang mempersunting seorang gadis untuk menjadi istrinya.

Berita Malin Kundang yang telah menjadi kaya raya dan telah menikah sampai juga kepada ibu Malin Kundang. Ibu Malin Kundang merasa bersyukur dan sangat gembira anaknya telah berhasil. Sejak saat itu, ibu Malin Kundang setiap hari pergi ke dermaga, menantikan anaknya yang mungkin pulang ke kampung halamannya.

Setelah beberapa lama menikah, Malin dan istrinya melakukan pelayaran dengan kapal yang besar dan indah disertai anak buah kapal serta pengawalnya yang banyak. Ibu Malin Kundang yang setiap hari menunggui anaknya, melihat kapal yang sangat indah itu, masuk ke pelabuhan. Ia melihat ada dua orang yang sedang berdiri di atas geladak kapal. Ia yakin kalau yang sedang berdiri itu adalah anaknya Malin Kundang beserta istrinya.

Malin Kundang pun turun dari kapal. Ia disambut oleh ibunya. Setelah cukup dekat, ibunya melihat belas luka dilengan kanan orang tersebut, semakin yakinlah ibunya bahwa yang ia dekati adalah Malin Kundang. “Malin Kundang, anakku, mengapa kau pergi begitu lama tanpa mengirimkan kabar?”, katanya sambil memeluk Malin Kundang. Tapi apa yang terjadi kemudian? Malin Kundang segera melepaskan pelukan ibunya dan mendorongnya hingga terjatuh.

“Wanita tak tahu diri, sembarangan saja mengaku sebagai ibuku”, kata Malin Kundang pada ibunya. Malin Kundang pura-pura tidak mengenali ibunya, karena malu dengan ibunya yang sudah tua dan mengenakan baju compang-camping.

“Wanita itu ibumu?”, Tanya istri Malin Kundang.

“Tidak, ia hanya seorang pengemis yang pura-pura mengaku sebagai ibuku agar mendapatkan harta ku”, sahut Malin kepada istrinya.

Mendengar pernyataan dan diperlakukan semena-mena oleh anaknya, ibu Malin Kundang sangat marah. Ia tidak menduga anaknya menjadi anak durhaka. Karena kemarahannya yang memuncak, ibu Malin menengadahkan tangannya sambil berkata “Oh Tuhan, kalau benar ia anakku, aku sumpahi dia menjadi sebuah batu”.

Tidak berapa lama kemudian angin bergemuruh kencang dan badai dahsyat datang menghancurkan kapal Malin Kundang. Setelah itu tubuh Malin Kundang perlahan menjadi kaku dan lama-kelamaan akhirnya berbentuk menjadi sebuah batu karang.

Demikianlah kisah Malin Kundang yang sudah banyak diceritakan dari generasi ke generasi.

Beberapa Renungan :

Selama ini kita selalu mendengar dari para orang tua, bahwa Malin Kundang adalah anak durhaka. Malin Kundang  yang bersalah. Pesan moral dari cerita ini adalah, jangan pernah menjadi anak yang durhaka seperti Malin Kundang agar tidak mendapat azab yang pedih seperti yang dialami Malin Kundang.

Okay, saya setuju. Anak yang baik adalah yang berbakti dan hormat pada orang tuanya. Lalu apa sikap kita sebagai orang tua yang baik? Apakah setiap anak yang tumbuh menjadi anak nakal dan durhaka pada orang tuanya, murni merupakan kesalahan anak tersebut?

Mental dan akhlak seorang anak adalah murni merupakan bentukan dan hasil didikan orang tuanya. Dalam Al Quran pun disebutkan bahwa sesungguhnya anak-anak bukanlah kebanggaan, anak-anak bukanlah asset bagi orang tuanya. Anak-anak adalah ujian bagi orang tuanya.

Perangai saat seorang anak yang sudah dewasa tetap dipengaruhi oleh kebiasaan perangainya semasa kecil.

Dalam kisah di atas, dikisahkan bahwa Malin Kundang kecil adalah anak nakal yang suka mengejar dan memukul ayam. Perlakuan seperti apa yang diterima Malin dari orang tuanya sehingga dia harus melampiaskannya dalam bentuk mengejar dan memukul ayam dengan sapu?

Ayam adalah hewan lemah yang jinak terhadap manusia, tidak melawan. Apakah Malin sering menerima pukulan dari orang yang lebih kuat yang dia tidak mampu melawan? Mungkin dari ayahnya atau ibunya? Sedemikian seringnya hingga membentuk dendam yang dia lampiaskan ke ayam. Dendam yang tidak pernah terbayar lunas jika ternyata dendam ini pada orang tuanya sendiri. Masa anak memukul orang tua sendiri? Begitu yang diajarkan.

Lalu siapa yang mengajarkan Malin untuk mengutamakan rasa malu jika dilihat sebagai anak orang miskin? Rasa malu seperti ini hanya bisa terbentuk melalui didikan selama bertahun-tahun dari kecil, dan hanya orang tuanya saja yang mempunyai kesempatan sebesar itu.

Lalu siapa yang memberi teladan pada Malin jika merasa kecewa sedikit saja, langsung marah hingga mengeluarkan kutukan? Malin mencontohnya dengan sempurna, saat dia malu sedikit saja, dia langsung marah-marah. Walaupun pada ibunya sendiri.

Wajarkah jika seorang anak yang dididik untuk mengutamakan ego, dendam ke orang tuanya dan malu jadi anak orang miskin saat di hadapan istri dan anak buahnya langsung tidak mau mengakui ibu kandungnya sendiri?

Jawabannya WAJAR

Jika harta dan anak adalah ujian, serta anak diamanahkan untuk dididik serta akan diminta tanggung jawabnya di depan Allah, siapa yang sebenarnya bertanggung jawab atas latar belakang tindakan Malin Kundang?

IBUNYA…

Siapa orang yang menutup jalan taubat Malin Kundang untuk selamanya dengan cara mengutuknya menjadi batu?

IBUNYA….

Salah siapa sebenarnya? IBUNYA

Last but not least,

Malin Kundang?
Apakah cerita Anak yg Durhaka?
ataukah Orang Tua yang gagal Mendidik?

Memodifikasi Dongeng Sangkuriang

Beberapa hari yang lalu, anak saya, si kembar Kayla dan Nayla, minta didongengkan tentang legenda Gunung Tangkuban Perahu. Meskipun dongeng tersebut banyak bertebaran di Google dan YouTube, mereka “keukeuh” ingin ayahnya aja yang mendongeng.

Okey lah, saya pun mulai bercerita pada mereka, semacam dongeng sebelum tidur. Meskipun tidak ingat 100% setiap detail dari dongeng yang pernah saya baca dan  saya tonton filmnya, kronologisnya tetap standar :

  • Dimulai dari Dayang Sumbi yang minta tolong dimbilkan jarum pemintalnya, ditolong seekor anjing bernama si Tumang yang terpaksa menjadi suaminya,
  • Sangkurinang membunuh si Tumang ayah kandung biologisnya sendiri, hingga diusir, berkelana, diangkat murid oleh pertapa sakti hingga tumbuh menjadi pemuda sakti berilmu tinggi.
  • Sangkuriang dewasa jatuh cinta pada Dayang Sumbi tanpa pernah mengetahui bahwa wanita yang dia cintai sebetulnya adalah ibu kandungnya
  • Dayang Sumbi memberi syarat, Sangkuriang harus membendung Sungai Citarum menjadi Danau dan membuatkan sebuah perahu, yang harus selesai dalam waktu satu malam.
  • Dayang Sumbi mengerahkan kesaktiannya hingga pagi tiba lebih cepat
  • Sangkuriang marah merasa dicurangi, lalu menendang perahu hingga melayang lalu menelungkup
  • Tangkuban perahu sangkuringan lama-kelamaan berubah menjadi sebuah gunung berapi yang bernama Gunung Tangkuban Perahu tersebut.

Anak-anak takjub mendengar dongeng ayahnya. Setelah itu, mulailah kreativitas dan rasa ingin tahu lebih dalam mereka keluar. Mulailah mereka buka-buka Google dan YouTube untuk membandingkan dongeng dari ayahnya dengan dongeng-dongeng lain yang ada di internet.

“Ayah, di sini kok ceritanya beda ya? Yang ayah ceritakan, Sangkuriang diusir oleh ibunya. Di sini kok malah Dayang Sumbi yang justru diusir dari istana?,” Tanya mereka dengan pandangan heran sambil menunjuk ke sebuah tayangan YouTube pada layar monitor laptop.

“Namanya juga dongeng, nak, itu ya suka-sukanya yang bikin dongeng aja, disesuaikan dengan selera si pendongeng,” jawab saya sambal senyum-senyum geli.

Perbedaan dongeng itu biasa khan, tidak perlu dipermasalahkan karena tidak mengganggu akidah dan keimanan 🙂

Meskipun dongeng rakyat atau legenda selalu berisi hal-hal yang tidak masuk akal, selalu saja ada beberapa hal yang saya pikir menarik untuk dianalisis.

Pertama, betulkah si Tumang adalah seekor anjing? Kalau memang dia anjing, kok mau-maunya putri Dayang Sumbi yang cantik menikah dengan anjing? Nggak masuk nalar itu. Dalam beberapa versi dongengnya, memang diceritakan bahwa si Tumang sebetulnya adalah seorang dewa. Kenapa bentuknya bisa jadi berwujud ajing? Ada beberapa kemungkinan. Kemungkinan dia adalah dewa yang kena kutuk. Kemungkinan lain, dia adalah dewa yang menyamar menjadi anjing dalam rangka bertugas di dunia manusia. Keberadaan dewa-dewa serta kenapa begitu banyak orang yang percaya keberadaannya pun, bagi saya, sangat menarik untuk dikaji. Apakah mereka hanya dongeng khayalan manusia? Ataukah mereka benar-benar ada seperti dalam teori manusia sempurna, teori manusia 2,5%, dan tayangan Ancient Aliens?

Dulu pun saya cukup puas dengan penjelasan seperti itu. Tapi sekarang mah nggak tuch. Kenapa? Ada beberapa pengetahuan baru tentang Anubis dan piramida. Itu lho, manusia berbadan tinggi besar berkepala anjing yang lukisannya banyak ditemukan di piramida Mesir Kuno di Giza.

This slideshow requires JavaScript.

Anubis khan di Mesir, Sangkuriang dan Dayang Sumbi di Tanah Pasundan. Kok bisa-bisanya saya mikir mikir sampai ke sana? Hubungannya apa?

Begini, baru-baru ini khan terungkap fakta-fakta baru tentang piramida nusantara, yang usianya jauh lebih tua dari piramida Mesir. Teori Ancient Aliens dalam History Channel pun membenarkan teori piramida nusantara ini. Saat ini banyak sekali orang yang percaya bahwa di Nusantara terdapat banyak sekali piramida. Jumlahnya juga ada ratusan, tepatnya ada 437 piramida. Piramida dengan fungsi dan tekhnologi ada 231. Piramida untuk umpan (decoy) ada 206. Piramida yang berupa gundukan biasa itu amat sangat banyak sekali. Akang-Teteh pembaca tentu sudah banyak mendengar tentang piramida Gunung Padrang, Gunung Shadu, dan Gunung Sadahurip yang diduga merupakan bangunan piramid, khan? Meski banyak ditentang “ahli sejarah universitas”, tetapi toch faktanya mereka juga belum bias membuktikan bahwa gunung-gunung tersebut pasti bukan piramida. Jadi, the show must go on saja lah, he he…

This slideshow requires JavaScript.

Sebetulnya apa sih peranan Anubis si manusia berbadan gagah tinggi besar, bertenaga kuat dan berkepala anjing ini? Dongeng kira-kira ini saya mulai ya.

Dahulu kala, di jaman nenek moyang bangsa Indonesia yang bernama bangsa Lemurian, hiduplah seorang putri raja di kerajaan Pasundan. Saat itu, sedang terjadi pembangunan bangunan-bangungan pirmid Nusantara, dengan segala teknologi dan infrastruktur canggih yang ada di dalamnya.  Bangsa Anubis adalah bangsa yang bertugas sebagai pengawas pembangunan piramida-piramida yang ada di planet bumi. Si Tumang adalah salah satu pemimpin bangsa Anubis yang bertugas mengawasi pembangunan proyek piramida tersebut.

Sebetulnya, Sangkuriang lahir sebagai akibat dari terjadilah skandal cinta terlarang antara Dayang Sumbi dan Si Tumang. Karena peristiwa tersebut merupakan aib yang besar bagi keluarga istana, bayi Sangkuriang yang baru lahir segera diasingkan. Selanjutnya dia dirawat dan dididik oleh seorang guru dengan kemampuan sangat mumpuni. Sangkuriang pun tumbuh menjadi pemuda gagah perkasa dengan yang menguasai berbagai ilmu kanuragan dan ilmu pengetahuan. Saat Sangkuriang telah dewasa dan turun gunung, Dayang Sumbi telah diangkat menjadi Ratu di Negara Pasundan. Dayang Sumbi tetap terlihat cantik dan awet muda, karena orang-orang di masa tersebut memang punya kemampuan untuk terus meregenerasi sel untuk mempertahankan kemudaannya.

Singkat cerita, Sangkuriang muda bertemu lalu jatuh cinta pada Dayang Sumbi, karena memang tidak pernah mengetahui siapa ibunya. Dayang Sumbi pun tidak pernah memberitahukan siapa dirinya sebenarnya pada Sangkuriang. Untuk menghindari dirinya diperistri oleh Sangkuriang, Dayang Sumbi memberi syarat agar Sangkuriag membuktikan kemampuannya untuk memasuki semua piramida Nusantara dengan segala teknologi canggih yang ada di dalamnya. Karena Sangkuriang mewarisi DNA Dayang Sumbi, ternyata Sangkuriang sanggup melakukannya. Untuk mencegah Sangkuriang sukses 100%, Dayang Sumbi mengerahkan kekuatannya untuk sedikir memodifikasi DNA Sangkuriang hingga Sangkuriang tidak berhasil menembus piramida terakhir yang disyaratkan untuknya. Sangkuriang marah besar hingga akhirnya dia bertarung dengan Si Tumang yang menjadi penjaga piramida terakhir yang dianggap menghalang-halanginya. Si Tumang pun tewas dalam pertarungan tersebut. Sangkuriang memotong kepala si Tumang sebagai bukti keberhasilannya memecahkan seluruh misteri piramida Nusantara. Dayang Sumbi sangat marah karena Sangkuriang sampai hati membunuh ayah kandung biologisnya sendiri.

Apakah Gunung Tangkuban Perahu tersebut terbentuk dari perahu Sangkuriang? Tentu saja bukan. Sama sekali gak masuk akal jika sebuah gunung berapi terjadi dari telungkuban perahu yang terbuat dari kayu atau apapun. Kecuali jika si perahu raksasa tersebut jatuh tepat di atas sebuah tempat yang kelak tumbuh menjadi sebuah gunung berapi. Gunung Tangkuban Perahu hanyalah salah satu anak dari Gunung Sunda Purba.

Black Panther & Teknologi Lemurian

Beberapa tahun terakhir ini, saya amati, film-film Superhero, baik terbitan DC Comic maupun Marvel, entah kenapa, entah sengaja atau begitu kebetulannya, selalu ada persamaan teknologi dengan apa saja yang diceritakan dalam Novel Trilogi Arkhytirema. Sebelumnya, saya menemukan kemiripan teknologi MORTAPHRABÉÉNA dalam proses kelahiran Kal El di film Man of Steel. Saya juga menemukan keberadaan DRULLA, binatang hasil rékayasa génétika yang dilakukan oléh Bangsa LÉMURIAN dalam film John Carter.

Kali ini saya akan bahas tentang Black Panther yang baru saja saya tonton filmnya kemarin siang di Cinema XXI Transmart Bandung.

Hal yang paling menarik bagi saya dari Black Panther adalah logam Vibranium, salah satu jenis logam dari berbagai logam asli yang hampir tidak dapat di hancurkan. Logam fiksi milik Marvel ini diceritakan berasal dari meteor berukuran besar yang mengandung mineral langka Vibranium yang menabrak Bumi 10.000 tahun yang lalu dan pertama kali ditemukan di Antartika. Karena Vibranium terbentuk dari meteor langka, sehingga logam ini jumlahnya sangat terbatas dibanding Adamantium yang dapat dibuat oleh manusia. Vibranium juga lebih mudah ditempa dan dibentuk dibanding Adamantium. Sifat Vibranium sendiri dapat dikatakan sangat kuat karena mampu menahan getaran, Ikatan atom didalam Vibranium akan bertambah sangat kuat setelah menyerap getaran.

Dalam film Black Panther, Vibranium tersebut adalah logam serbaguna yang digunakan pada berbagai aplikasi teknologi. Dengan teknologi berbasis Vibranium, Bangsa Wakanda mengalami peradaban yang sangat maju, hingga menjadi negara termaju di dunia. Saking majunya, Negara Wakanda menutup dirinya dengan shield yang tidak bisa ditembus sembarang orang, hingga keberadaan Negara tersebut seolah benar-benar dirahasiakan.

This slideshow requires JavaScript.

Vibranium dibawa oleh meteor yang menabrak Bumi 10.000 tahun lalu, Vibranium pertama kali ditemukan saat misi manusia ke Antartika. Isotop tertentu dari Vibranium disebut “Anti-Metal”. Vibranium lainnya ditemukan di Wakanda yaitu jenis Vibranium yang dapat menyerap gelombang suara dan getaran lainnya, termasuk energi kinetik. Menyerap gelombang suara, getaran dan energi kinetik dapat membuat logam ini menjadi tambah kuat. Vibranium ini pertama kali ditemukan oleh Raja Wakanda T’Chaka dan ayah dari T’Challa (Black Phanter), untuk melindungi sumber daya ini T’Chaka menyembunyikan negaranya dari dunia luar.

Sesekali T’Chaka menjual Vibranium untuk mendanai dan memajukan negaranya, dampaknya Wakanda menjadi salah satu negara berteknologi canggih di dunia. Pada awal tahun 1940-an, sebagian kecil Vibranium Wakanda dimiliki oleh seorang ilmuwan yaitu Myron Maclain. Dia mencoba menggabungkan Vibranium dengan besi untuk menciptakan armor tank terbaru, tetapi tetap tidak bisa memadukan unsur-unsur, akhirnya pada suatu pagi dia malah dengan tidak sengaja menemukan unsur logam baru yang lebih kita kenal dengan nama Adamantium. Logam tersebut juga sangat powerful, udah pernah lihat demo kekuatannya pada tameng Captain America dan cakar Wolverine khan?

Ketika T’Chall menjadi raja dia berusaha untuk mengakhiri isolasi negaranya dengan membuat Vibranium diketahui dunia luar pada akhir tahun 1980-an, ia juga menjual sebagian kecil Vibranium tersebut kepada orang-orang yang memang dipercaya tidak akan menggunakan Vibranium untuk hal-hal yang merugikan orang lain, T’Challa menggunakan keuntungan tersebut untuk memperkaya dan memodernisasi bangsanya.

Selama bertahun-tahun banyak yang ingin menguasai Vibranium di Wakanda, tetapi untuk sebagian besar Vibranium tetap aman karena pertahanan yang sangat ketat.

Teknologi Vibranium dalam film tersebut benar-benar mirip dengan logam Kraiman, logam yang kekuatannya 6 kali titanium, buatan Bangsa KRAIRON yang banyak terdapat di kedalaman gunung mendekati magma. KRAIMAN diprosés dengan memanfaatkan tekanan dan panas magma selama 700 tahun. KRAIMAN dipakai sebagai bahan dasar untuk berbagai téknologi Bangsa LÉMURIAN yang tidak dimiliki ATHLANTIS. Saat ini, KRAIMAN masih terdapat di dalam bumi dekat magma, yang merupakan sisa-sisa dari peninggalan Bangsa KRAIRON dan masih disimpan untuk cadangan. Konon, keberadaan logam Kraiman di Nusantara adalah salah satu daya tarik bangsa Belanda dan Jepang menjajah Indonesia. Konon samurai-samurai Jepang yang saat ini berharga sangat mahal menggunakan campuran logam kraiman. Konon, goa-goa Jepang dan Belanda yang saat ini banyak kita temukan di sekitar Dago Pakar Bandung terjadi karena mereka mencari logam ini. Soalnya tidak masuk akal jiga bangsa Jepang menggali goa yang dipergunakan untuk tempat bersembunyi saja. Sembunyi dalam goa dalam keadaan perang adalah strategi pertempuran yang sangat konyol karena membuat mereka jadi gampang terbunuh musuh 🙂

Oh iya, dongengnya, di bumi tempat tinggal kita ini ada sebuah Negara “tersembunyi” seperti Wakanda dalam Black Panther tersebut. Negara berperadaban super duper modern tersebut ada di Kutub Selatan. Tidak ada seorang pun yang bisa melihat negara tersebut. karena tertutup oleh “shield” yang berbentuk gunung es. Hanya penduduk dengan DNA yang cocok saja yang bias menembusnya. Itu sebabnya di sana terdapat banyak sekali pangkalan militer dari orang-orang yang berharap dapat mengungkap keberadaan “Wakanda” Antartika tersebut. Keberadaan Negara tersebut amat sangat susah dibuktikan secara kasat mata, sama halnya dengan teori adanya benua-benua lain di luar cincin lingkaran kutub selatan pada teori Flat-Earth.

Debat Kusir

“Debat kusir” konon dicetuskan oleh Agus Salim berdasarkan pengalaman beliau saat berdebat dengan kusir delman.

Ya, ternyata istilah debat kusir mulai populer ketika tokoh nasional tersebut menceritakan kepada khalayak tentang apa yang dialaminya sepulang dari kantor.

Dialah KH Agus Salim, salah satu dari sekian banyak pahlawan nasional. Ia seorang muslim. Ia dikenal sebagai jurnalis dan diplomat ulung. Ia menguasai setidaknya tujuh bahasa asing.

Pada awal pembentukan dasar negara Indonesia ia menjadi anggota Panitia Sembilan. Pada masa pemerintahan Sjahrir hingga Hatta KH Agus Salim didapuk di kementerian luar negeri, mulai dari menjadi menteri muda hingga akhirnya menjadi penasihat menteri. Hari itu parlemen memanas akibat adu argumen yang tiada habisnya antar anggota parlemen. KH Agus Salim mengingatkan agar para hadirin tidak berdebat kusir. Debat kusir tidak akan ada habisnya. Orang-orang terdiam mendengar istilah debat kusir yang dilontarkan oleh KH Agus Salim.

“Begini ceritanya. Suatu saat saya pulang kantor naik delman, saat itulah saya tak bisa mengalahkan lawan debat saya untuk pertama kalinya. Bukan di PBB saya kalah bicara tapi di atas delman dan hanya berhadapan dengan seorang kusir lah saya justru tak bisa memenangkan perdebatan saya. Saya sebut peristiwa itu sebagai debat kusir.”

“Anda semua jangan mengikuti jejak saya untuk debat kusir, debat tanpa tujuan akhir, hanya ingin membuktikan bahwa kita berada di pihak yang benar, tanpa pemecahan masalah sama sekali.”

“Saat itu,” kenang Agus Salim, “kami sama-sama memandangi pantat kuda yang menarik delman kami.”

“Tiba-tiba kudanya kentut. Saya katakan pada pak kusir, ‘Ini kudanya masuk angin Pak!’”

“Kusirnya bilang, ‘Bukan Pak, kuda saya keluar angin!’”

“Iya, dia kentut, keluar angin, tapi itu artinya dia masuk angin!”

“Tapi Pak, itu artinya dia keluar angin, bukan masuk angin!”

“Coba dipriksakan Pak, kuda Bapak sakit itu, masuk angin!”

“Sudah diobati Pak, makanya dia sudah bisa keluar angin!”

“Begitulah, debat kusir itu hanya selesai saat saya sudah sampai depan rumah. Apabila kami bertemu lagi mungkin kami masih akan memperdebatkan kentut kuda itu.”

“Hadirin sekalian, mari kita tinggalkan debat kusir, mari kita cari pemecahan masalah ini bersama-sama demi persatuan dan kesatuan bangsa.”

Begitulah, konon peristiwa ini sangat terkenal sehingga jika orang tua Anda lahir sebelum tahun 40an, tentu beliau juga mengenal asal muasal istilah debat kusir yang dicetuskan oleh KH Agus Salim.